Marhaban Ya Ramadhan

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1435 H



Jumat, 18 Desember 2009

SKPD Asahan Diminta Penuhi Target PAD

Daerah, 17-12-2009
*indra sikoembang
MedanBisnis – Kisaran

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Asahan Erwin Syahrul Pane meminta seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Camat untuk meningkatkan realisai Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Pajak Bumi dan Bagunan (PBB) tahun 2009. Pasalnya hingga 14 Desember 2009 masih banyak SKPD dan Kecamatan belum dapat merelisasikan target yang diberikan Pemkab Asahan.
“ Saya berharap hingga akhir Desember 2009, SKPD dan para camat dapat merealisasikan target PAD dan PBB seratus persen,” kata Erwin kepada MedanBisnis, Selasa (15/12), usai melaksanakan rapat koordinasi pemerintah di ruang Melati Pemkab Asahan
Sekda juga menjelaskan, target PAD dari SKPD sebesar Rp 646 miliar lebih, namun yang terealisasi hingga saat ini sebesar Rp 602 miliar lebih atau 93 persen. Sedangkan target PAD kecamatan sebesar Rp 73 juta, namun yang terealisasi sebesar Rp 49 juta atau 68 persen. Karena itu, target tersebut masih harus ditingkatkan sebelum berakhirnya tahun 2009.
”Karena itu diingatkan kepada seluruh SDKD dan pengelola PAD agar dapat meningkatkan kinerjanya dengan sungguh-sungguh dan paling tidak target 100% dalam APBD 2009 dapat terealisasi,” terang Sekda, seraya berharap kepada SKPD dan Camat dapat terus berkoordinasi dengan Sekda, bila mengalami hambatan dalam peningkatan PAD di Asahan.
Dari 19 SKPD yang ada di Asahan terungkap dalam Rakorpem tersebut, tiga SKPD yang dapar merealisasikan target PAD. Bahkan dua diantarnya melebih target yakni Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil serta Dinas Pendidikan. Selengkapnya...

Pemkab Asahan Diminta Jalin Komunikasi ke DPRD Sumut

Daerah, 15-12-2009
*indra sikoembang
MedanBisnis – Kisaran

Ketua Tim IV DPRD Sumatera Utara Bustami HS meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan untuk lebih meningkatkan komunikasi secara intensif kepada anggota DPRD Sumut, khususnya yang berasal dari daerah pemilihan Kabupaten Asahan. Agar semua permasalahan daerah dapat diakomodir.
Permintan tersebut dikatakan Bustami saat melakukan reses bersama anggota dewan yang juga berasal dari pemilihan Asahan dan Tanjungbalai, di antaranya Zulkarnaen, Muslim Simbolon, dan Khairul Fuad, Senin (14/12).
“ Kalau Pemkab Asahan dengan DPRD Sumut dapat menjalin komunikasi dengan baik, maka permasalahan yang dialami oleh daerah dapat teratasi,” ujar Bustami.
Salah satu tujuan dari komunikasi intensif tersebut kata Bustami, untuk mendiskusikan segala permasalahan ataupun merencanakan program daerah ke tingkat Propinsi Sumatera Utara. Sehingga agar anggota dewan asal pemilihan Asahan dapat memperjuangkan program daerah yang juga merupakan aspirasi masyarakat. “ Manfaatkanlah kami yang berasal dari pemilihan Asahan,” ujar Bustami.
Dari reses tersebut, banyak program dan permasalahan yang dibicarakan oleh Pemkab dan tim IV DPRDSU tersebut. Diantaranya, mengenai persoalan pengutipan retribusi pangkalan pendaratan ikan (PPI) Pemkab Asahan, infrastruktur, penyerobatan tanah terhadap pengusaha, kondisi PDAM Titra Silau Piasa Asahan yang selama ini dinilai buruk manajemennya, serta membicarakan anggaran yang dialokasikan untuk daerah
“ Kami berharap dari semua permasalah tersebut Pemkab Asahan memiliki solusi dan program yang jelas, agar kami dapat memperjuangkannya ke propinsi,” kata Bustami. Selengkapnya...

Bank Sumut Syariah Beroperasi di Asahan

Keuangan dan Perbankan, 15-12-2009
*indra sikoembang
MedanBisnis – Kisaran

Hingga saat ini, Bank Sumut Syariah telah memiliki tiga kantor cabang di Sumatera Utara (Sumut), yakni di Medan, Tebingtinggi dan Padangsidimpuan. Sementara kantor cabang pembantu (KCP) Bank Sumut Syariah saat ini berjumlah enam unit.
Bank Sumut Syariah Kisaran adalah kantor cabang pembantu (capem) Syariah yang keenam di Sumut yang berinduk ke cabang Syariah Tebingtinggi.
Hal itu dikatakan Kepala Bank Sumut Syariah Tebingtinggi, Solahuddin Harahap, Senin (14/12) pada peresmian kantor Bank Sumut Syariah cabang pembantu Kisaran di gedung bank setempat.
Operasional Bank Sumut Syariah di Kisaran yang diresmikian Bupati Asahan menjadi bukti kemajuan Bank Sumut, khususnya dalam unit usaha Syariah. Hal ini dapat dilihat dari publikasi neraca konsolidasi per 30 September 2009, yakni total asset telah mencapai Rp 402 miliar dan laba yang dihasilkan sekitar Rp17 miliar.
“PT Bank Sumut akan terus mengembangkan jaringan ke daerah-daerah agar menjadi bank handalan di Sumut,” tutur Solahuddin seraya mengatakan seluruh kantor Bank Sumut konvensional dapat melayani transaksi secara syariah khusus berupa tabungan dan deposito yang dibuka di seluruh unit konvesional.
Bupati Asahan diwakili Asisten II Pemkab Asahan Sugianto mengatakan, kehadiran Capem Bank Sumut Syariah Kisaran, diharapkan dapat memberikan stimulus kepada seluruh masyarakat di kota Kisaran dan Kabupaten Asahan
“Kita sangat meyakini kegiatan ekonomi pola syariah tentunya secara pasti akan memberikan pengaruh besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sehingga praktek bisnis dan lembaga perbankan syariah semakin diminati oleh semua kalangan, “ sebut Sugianto dihadapan para undangan, diantaranya ketua MUI Asahan dan Kepala Cabang Bank Sumut.
Pemkab Asahan, jelasnya, berharap kepada Bank Sumut untuk dapat membina terutama membangun ekonomi syariah di daerah ini.
“Pemkab sebagai stakeholders tentunya sangat menyambut hangat kehadiran Capem Syariah Bank Sumut. Oleh sebab itu, kami sangat mengharapkan kepada managemen Bank Sumut, agar ke depan dapat memberikan warna baru kepada perubahan masa depan masyarakat khususnya di Kota Kisaran,” tegasnya.
Kepala Bank Sumut Syariah Capem Kisaran Dhani Erwin saat dikonfirmasi MedanBInsis mengatakan hadirnya bank tersebut diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat serta memberikan kontribusi terhadap pembagunan di Asahan
“Kehadiran kami semoga bermanfaat di masyarakat dan kami juga meminta masyarakat dapat mendukung dan membantu Bank Syariah ini,“ terang Dhani seraya mengatakan bank syariah bukan hanya milik umat muslim melainkan milik semua golongan masyarakat. Seusai acara, Ketua MUI Asahan Usman Efendi membuka rekening dan dikuti oleh Duta TBC Asahan Humaidi. Selengkapnya...

Bank Sumut Asahan Serahkan Klaim Asuransi Sipanda Rp 210 Juta

Daerah, 16-12-2009
*indra sikoembang
MedanBisnis – Kisaran

Sebanyak 28 ahli waris nasabah Bank Sumut Cabang Asahan menerima pembayaran klaim Asuransi Jiwa Sipanda dengan total nilai Rp 210 juta lebih. Pembayaran klaim asuransi akan diterima secara otomatis oleh nasabah Bank Sumut yang terdaftar menjadi peserta Asuransi Jiwa Sipanda.

“Pembayaran klaim asuransi Sipanda tersebut untuk periode Oktober sampai Desember 2009. Khusus untuk nasabah Bank Sumut, maka secara otomatis nasabah diikutsertakan dalam asuransi ini,” ujar Kepala Bank Sumut Cabang Asahan Amirin Harahap kepada MedanBisnis, Selasa (15/12) di ruang kerjanya.
Dijelaskan, besar dan kecilnya dana yang diterima ahli waris tergantung besaran saldo selama tiga bulan terakhir yang ditinggalkan oleh penabung. Semakin banyak saldo yang ditinggalkan, semakin banyak pula dan klaim asuransi yang didapat ahli waris.
Amirin juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholder yang telah membantu dan bekerja sama untuk mendukung visi dan misi Bank Sumut, yakni memberi pelayanan terbaik kepada nasabah dan masyarakat.
Sementara itu, saat penyerahan klaim asuransi, Bupati Asahan yang diwakili Asisten II Pemkab Asahan Sugianto, mengajak seluruh masyarakat agar berhemat dengan cara menabung. Bupati mengatakan, menabung memiliki sifat multiganda, yakni bagi penabung merupakan sarana untuk mengantisipasi kebutuhan di masa mendatang.
“Menabung adalah sikap yang sangat bijak yang manfaatnya sangat banyak, dan perbankan akan menjadi pendorong pemanfaatan tersebut,” tuturnya. Dirinya juga berharap Bank Sumut dapat menjalankan peran dan fungsinya untuk membina terutama membangun ekonomi di daerah ini
Secara simbolis Sugianto bersama pihak Bank Sumut menyerahkan klaim asuransi penerima ahli waris penabung, diantarnya ahli waris Reni Andan Sari, Japinde HP Haloho, Karmel Sinaga masing-masing sebesar Rp 25 juta dan dilanjuti oleh ahli waris lainya yang besar asuransi diberikan berbeda-beda. Selengkapnya...

Kamis, 10 Desember 2009

Peserta Touring Pulsar Asahan Tanam 150 Pohon


Daerah, 10-12-2009
*indra sikoembang
MedanBisnis – Kisaran

Sebanyak 50 peserta touring The Green Touring Pulsar Owner Asahan 2009 telah menanam sedikitnya 150 bibit pohon dari berbagi jenis di seputar lokasi daerah tujuan wisata, yakni di daerah wisata Kecamatan Bandar Pulau Kabupaten Asahan.
“Ada 150 bibit pohon keras dari berbagai jenis telah kami tanam di daerah wisata tujuan touring,” kata Manager eMVi Production Agus Ramanda sebagai organizer The Green Touring Pulsar Owner Asahan 2009 kepada MedanBisnis, Rabu (9/12) di Gedung WIN Motor Kisaran.
Ramanda yang juga didampingi pihak Win Motor, Erwin Wijaya dan Bajaj Auto Indonesia, Ofi, menjelaskan, selain melakukan penanaman pohon, touring yang dilakukan pada minggu lalu bertujuan memperkenalkan Bajaj lebih dekat dengan masyarakat akan teknologi yang dimiliki motor Bajaj tersebut.
“Bajaj auto, salah satu produsen otomotif utama di dunia menjawab tantangan dengan menghadirkan inovasi teknologi DTS-Si (Digital Twin Spark Swirl inducsion). Teknologi ini merupakan generasi terbaru dan teknologi DTS-I (Digital Twin Spark induksion) yang telah diaplikasikan pada produk produk Bajaj Auto sebelumnya. Teknologi ini semakin mengukuhkan posisi Bajaj Auto sebagai pimpinan di teknologi digital twin spark di dunia,” papar Ramanda.
Motor Bajaj, kata Ramanda, telah membuktikan motor irit bahan bakar dan ramah terhadap lingkungan. Hal itu telah dibuktikan pada acara touring Pulsar owner Asahan 2009 yang mancatat perbandingan bahan bakar 1: 104 km (1 liter bensin untuk jarak 104 km). “Selain telah dibuktikan di Sentul, dalam touring ini, Motor Bajaj ini juga telah membuktikan keiritan bahan bakarnya serta ramah lingkungan, luar biasa motor Bajaj,” ujar Ramanda.
Motor Bajaj juga, kata Ramanda, adalah teknologi yang dikembangkan oleh tim R&D Bajaj Auto. Teknologi ini mengutamakan keseimbangan antara power dan efisiensi konsumsi bahan bakar. Kelebihan teknologi ini adalah membuat pembakaran di dalam mesin lebih cepat dengan gerakan pembakaran yang melingkar seperti gerakan turbulensi sehingga terjadi pembakaran. teknologi ini telah dipatenkan secara internasional oleh Bajaj Auto. Selengkapnya...

Hari Anti Korupsi Sedunia, Mahasiswa Asahan Gelar Aksi Teaterikal

Daerah, 10-12-2009
*indra sikoembang
MedanBisnis – Kisaran

Ratusan mahasiswa yang bergabung dalam Gerakan Asahan Bersih (GAB) menggelar aksi teaterikal di empat titik di kota Kisaran, yakni Tugu Kisaran, Kantor Kejaksaan, Kantor Bupati dan DPRD Asahan, Rabu (9/12). Aksi tersebut digelar dalam rangka memeperingati hari anti korupsi sedunia.
Dalam aksinya, mahasiswa menyatakan dukungan kepada penegak hukum untuk berani memberantas korupsi di Indonesia, khusunya di Asahan. “ Hari adalah momentum yang sangat pas bagi rakyat untuk menunjukan komitmen memberantas korupsi, maka bagi penegak hukum jangan takut untuk memberantas para koruptor,” teriak salah seorang pengunjukrasa, Aditiya Pramana.
Mereka juga mengutuk keras segala bentuk penyalahagunaan kekuasaan dengan tujuan memperkaya diri, yang membuat rakyat menjadi menderita. Meminta kepada pemerintah untuk memberhentikan segala bentuk tindakan korupsi serta menciptakan reformasi birokrasi.
“Korupsi harus kita berantas bersama, karena sangat merugikan keuangan negara dan perekonomian, terkutuklah koruptor yang membuat rakyat sengsara dan menderita,” ujarnya.
Aksi GAB diawali di daerah Tugu Kisaran dan selanjutnya bertolak ke kantor Kejaksaan dan diterima Kasi Pidana Khusus Mustafa Kamal. Selanjutnya GAB menuju kantor Bupati Asahan dan diterima Assisten I Pemkab Asahan Zulkarnaen dan terakhir di gedung dewan setempat, GAB diterima Wakil Ketua DPRD Asahan Armen Margolang.
“ Kami sangat mendukung dan sependapat untuk memberantas korupsi, namun kami juga meminta dukung dan peran masyarakat dalam bersama-sama untuk memberantas kasus korupsi, apalagi di hadapan hukum semuanya sama,” sebut Mustafa. Selengkapnya...

Rabu, 02 Desember 2009

Pemkab Asahan Tanam 24.000 Pohon

Daerah, 02-12-2009
*indra sikoembang
MedanBisnis – Kisaran

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan menanam sedikitnya 24.000 bibit pohon, dalam rangka Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional (BMN).
Penanaman diawali Bupati Asahan Risuddin bertempat di halaman Pesantren Modern Shard El-Islami di Desa Danau Sijabut, Kecamatan Air Batu, Kabupaten Asahan, dan selanjutnya diikuti para Muspida dan masyarakat di daerah masing-masing.
“Menanam pohon hari ini, bukanlah merupakan sesuatu hal yang baru akan tetapi kelanjutan program terdahulu pemerintah,” ujar Risuddin dalam acara HMPI dan BMN, Selasa (1/12).
Bupati berharap, penanaman pohon tersebut dapat memberikan solusi dalam mengatasi pemanasan global yang disebabkan adanya peningkatan suhu bumi, akibat meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer. Pemanasan global tersebut dapat mengakibatkan perubahan iklim yang tidak menentu dan akan merugikan para petani dalam melaksanakan pembibitan, penanaman dan perkiraan panen, serta produksi pangan Indonesia jadi turun.
“ Menanm pohon merupakan momentum strategis bangsa Indonesia dalam upaya mengantisipasi perubahan iklim global, degradasi dan deforestasi hutan dan lahan, serta kerusakan lingkungan lainnya yang mengakibatkan penurunan produktivitas alam dan kelestarian lingkungan,” ujar Bupati.
Kadis Kehutanan dan Perkebunan Asahan yang juga panitia HMPI dan BMN, Pantas Sihombing menjelaskan penanaman pohon yang bertema One man One Tree bertujuan untuk mengurangi dampak pemanasan global, mencegah banjir, kekeringan dan tanah longsor. Penanaman pohon juga dapat meningkatkan upaya konservasi sumberdaya genetik tanaman hutan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menanam dan memeliharanya. Selengkapnya...

Calon Perseorangan di Asahan Butuh Dukungan 30 Ribuan Suara

Politik, 02-12-2009
*indra sikoembang
MedanBisnis – Kisaran

Setiap calon kepala daerah (KDh) yang ingin maju dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) Kabupaten Asahan tahun 2010 melalui jalur perseorangan, sedikitnya harus menyediakan dukungan 30.282 orang dari jumlah penduduk per 18 November 2009 sebanyak 575.045 jiwa. “Bila tidak terpenuhi, maka kandidat itu akan dianggap gugur,” ujar
Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Asahan Edi Prayitno, kepada MedanBisnis, Selasa (1/12).
“Penerapan jumlah itu berdasar UU Nomor 12/2008, khususnya dalam pasal 59 ayat 2b huruf c tentang dukungan perseorangan,” sebut Edi.
Pihaknya akan melakukan verifikasi jumlah dukungan untuk memastikan tidak ada dukungan yang sama yang diajukan para kandidat perseorangan. Pihaknya memberikan waktu kepada calon perseorangan untuk memperbaiki berkas dukungan yang salah. “Kami akan membuat jadwal untuk mengecek berkas dukungan perseorangan, mulai dari jadwal penerimaan berkas, verifikasi berkas dan perbaikan berkas hingga penghitungan suara, “ tegas Edi. Selengkapnya...

Senin, 30 November 2009

Butuh Dana Besar untuk Mendaftar Jadi Calon Bupati


Politik, 30-11-2009
*indra sikoembang
MedanBisnis – Kisaran

Pameo yang menyebutkan politik itu mahal biayanya, memang benar. Setidaknya dengan menilik proses pendaftaran bakal calon (balon) Bupati Asahan 2010, adagium itu tidak terbantahkan lagi.
Salahsatu bakal calon untuk pemilihan kepala daerah (pilkada) Kabupaten Asahan tahun 2010, Helmiati, harus mengeluarkan dana sebesar Rp 32, 5 juta hanya untuk mendaftar ke partai politik (parpol) yang membuka lowongan pendaftaran menjadi calon bupati.
Supriandi, salah satu anggota tim pendaftaran Helmiati, mengungkapkan hal itu kepada MedanBisnis, Sabtu (28/11) di Kisaran.
Dia menjelaskan, dana sebesar itu dikeluarkan Helmiati karena setiap parpol yang membuka pendaftaran, mengenakan biaya adiministrasi kepada setiap bakal calon yang mendaftar ke parpol tersebut.
Biaya pendaftaran Helmiati sebagai bakal calon Bupati Asahan terdiri dari empat parpol yakni Partai Demokrat (PD) dan Partai Amanat Nasional yang mengenakan biaya masing-masing sebesar Rp 10 juta.
Sedangkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) mengenakan biaya pendaftaran sebesar Rp 7,5 juta, Partai Persatuan Pembagunan (PPP) hanya Rp 5 juta. “Kami telah memenuhi semua biaya setiap parpol yang membuka pendaftaran bakal calon,“ ujar Supriadi.
Pengakuan Supriandi dibenarkan Ketua Tim Penjaringan PD Asahan, Budianto Lubis. Ia mengatakan hal itu untuk membuktikan keseriusan sang bakal calon maju dalam pilkada 2010.
Hingga saat ini pihaknya telah menerima tiga pendaftaran bakal calon bupati dan satu pendaftaran sebagai bakal calon wakil. Budianto tidak menyebutkan biaya pendaftaran untuk calon wakil bupati.
Tetapi jika dihitung secara matematis, PD Asahan telah menerima setidaknya uang sebesar Rp 30 juta dari tiga pendaftar calon bupati Asahan.
Ketua Tim Penjaringan PPP, Jamius, mengungkapkan hal senada. Sayangnya ia mengaku belum mengetahui jumlah dan nama kandidat yang telah mendaftar sebagai calon bupati dari partai berlambang Ka’bah tersebut.
Ia juga belum dapat memberitahukan berapa dana yang telah diperoleh PPP dari hasil proses pendaftaran tersebut. Rencananya, tanggal 3 Desember mendatang ia akan mengumumkan siapa saja yang mendaftar ke PPP melalui sebuah konfrensi pers. Selengkapnya...

Senin, 23 November 2009

Sudah Delapan Tahun ‘Kaki Gajah’ Tidak Ditemukan di Asahan

Daerah, 21-11-2009
*indra sikoembang
MedanBisnis – Kisaran

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Asahan menegaskan, sejak delapan tahun lalu (2002 – 2009) tidak ada ditemukan warga setempat yang mengidap penyakit filariasis atau kaki gajah. Meskipun diakuinya, pada tahun-tahun sebelumnya ada warga yang menderita penyakit tersebut.
“ Berdasarkan survei Dinkes Asahan dan Puskesmas tidak lagi ditemukan gejala dan penderita baru di daerah Asahan. Data yang kami peroleh, mulai dari tahun 2002 hingga tahun 2009, Dinkes tidak menemukan penderita kaki gajah,” ungkap Pengelola Penyakit Filariasis Dinkes Asahan M Haris pada MedanBisnis, Jumat (20/11) di gedung Dinkes setempat.
Haris menjelaskan antara tahun 2000 dan 2001, Asahan pernah memiliki kasus penderita kaki gajah, namun hal tersebut dapat diatasi dan hingga saat ini tidak ada ditemukan kembali kasus baru. Mengenai daerah endemis penyakit gajah, Asahan memiliki beberapa daerah, yakni Sei Kepayang, Air Joman dan Bandar Pulau
Meskipun tidak ditemukan, Haris mengatakan, Dinkes Asahan selalu melakukan penyisiran dan pencegahan serta sosilisasi kepada masyarakat, khusunya daerah-daerah endemis. Penyakit kaki gajah (Filariasis atau Elephantiasis) adalah golongan penyakit menular yang disebabkan oleh cacing Filaria yang ditularkan melalui berbagai jenis nyamuk.
Lanjutnya, setelah tergigit nyamuk, parasit (larva) akan menjalar dan ketika sampai pada jaringan sistem lympa maka berkembanglah penyakit tersebut. Penyakit ini bersifat menahun (kronis) dan bila tidak mendapatkan pengobatan, dapat menimbulkan cacat menetap berupa pembesaran kaki, lengan dan alat kelamin baik perempuan maupun laki-laki.
“Penyakit kaki gajah ini bukanlah penyakit yang mematikan, namun demikian bagi penderita mungkin menjadi sesuatu yang dirasakan memalukan bahkan dapat mengganggu aktifitas sehari-hari,” ujar Haris.
Karena itu, kata Haris, masyarakat harus waspada dan berusaha menghindarkan diri dari gigitan nyamuk dengan membersihkan semak-semak di sekitar rumah, kuras tempat penampungan air seperti bak mandi, WC dan menimbun barang-barang bekas tempat berkembang biaknya nyamuk. Selengkapnya...

Selasa, 17 November 2009

Warga Asahan Diimbau Peduli Lingkungan, MedanBisnis Dapat Penghargaan


Daerah, 16-11-2009
*indra sikoembang
MedanBisnis – Kisaran

Seluruh warga Kabupaten Asahan diminta untuk peludi terhadap lingkungan sekitar. Terutama kesehatan lingkungan yang dapat berdampak terhadap kualitas generasi mendatang.
Demikian disampaikan Bupati Asahan Risuddin pada pembukaan Asahan Medical Expo (Asmex) 2009 di lapangan Parasamya Kisaran akhir pekan lalu. ” Kepada seluruh masyarakat untuk dapat meningkatkan derajat kesehatan lingkungan yang berdampak pada peningkatan kualitas bangsa,” ujarnya.
Dikatakannya, kesehatan lingkungan terdiri dari tiga pilar, yakni pilar pertama, bahwa lingkungan sehat merupakan cermin prilaku sehat, prilaku sehat menunjukan kemandirian masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kualitas kesehatannya dan didukung oleh pelayanan kesehatan yang bermutu untuk meningkatkan derjat kesehatan masyarakat Indonesia.
Sedangkan yang kedua, lingkungan baik fisik maupun non fisik sangat penting untuk menciptakan rakyat bertambah sehat, namun tidak mungkin dilaksanakan oleh bidang kesehatan secara sendirian. Karenanya sangat diperlukan partisipasi berbagi program dan berbagi sektor. Sedangkan yang ketiga, seluruh jajaran kesehatan harus mampu mendorong masyarakat untuk terus menerus meningkatkan komitmennya dalam peningkatan kualitas kesehatan lingkungan, sehingga masyarakat semakin sehat dan produktif sebagai langkah pasti peningkatan kualitaas bangsa
” Marilah kita wujudkan lingkungan sehat, rakyat sehat, menuju bangsa yang sehat dan bermartabat melalui semangat, sehingga kita dapat bersama-sama kita sehat,” ujarnya, seraya mengajak seluruh jajaran kesehatan untuk bekerja dengan penuh semangat, sabar dan yakin akan tujuan yang akan dicapai bersama.
Sementara itu, Kadis Kesehatan Asahan drg Habinsaran mengatakan peringatan HKN ke-45 merupakan momen penting bagi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Asahan untuk mengajak masyarakat peduli lingkungan. Pasalnya, sebagian besar wabah penyakit bersumber pada lingkungan yang tidak bersih maupun tidak sehat, apalagi tingkat kepedulian masyarakat masih minim karena belum membudayanya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Habinsaran juga mengatakan berbagai upaya telah dan tengah dilakukan Dinkes untuk terus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, diantarnya dengan digelarnya Asmex 2009 yang bertujuan untuk menambah wawasan masyarakat terhadap informasi tentang pelayanan kesehatan, pembiayaan kesehatan, produk-produk alat kesehatan dan pendidikan kesehatan serta masyarakat, agar masyarakat juga ikut peduli dengan kesehatan.
“ Melalui event Asmex 2009 diharapkan masyarakat lebih mengetahui tentang informasi kesehatan dan diharapkan kepulian kesehatan juga lahir pada diri kita masing-masing “ ujarnya.
Peduli Kesehatan
Dalam peringatan HKN ke 45, pemerintah kabupaten Asahan memberikan penghargaan kepada lembaga atau perorangan yang memperhatikan serta peduli dengan kesehatan. Dari 20 orang yang mendapatkan penghargaan, Harian MedanBisnis satu-satunya media yang dinyatakan oleh Pemkab Asahan sebagai media pemerhati kesehatan. Hal itu terbukti dengan banyaknya berita-berita kesehatan yang ditulis wartawan harian MedanBisnis di Asahan. Penghargaan berupa piagam langsung diserahkan Bupati Asahan kepada wartawan harian MedanBisnis Kabupaten Asahan. Selengkapnya...

Rabu, 11 November 2009

Kades dan Camat Akui Ada Kutipan Biaya KTP

dAERAH, 11-11-2009
*indra sikoembang
MedanBisnis – Kisaran

Meskipun Bupati Asahan Risuddin menyatakan pengurusan kartu tanda penduduk (KTP), Akte Kelahiran dan Kartu Keluarga (KK) sejak 9 Juli 2009 telah digratiskan biaya pembuatannya di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil), namun sampai saat ini masih ada pengutipan biaya pembuatan dokumen kependudukan tersebut.
Bahkan, kutipan biaya tersebut diakui sejumlah pengurus Forum Aspirasi Kepala Desa Asahan (Fakda) Asahan dan beberapa Camat. “ Memang ada pengutipan, namun bukan kebijakan kami, melainkan kehendak masyarakat yang ingin memperoleh KTP dengan cepat,” ungkap salah satu pengurus Fakda, Sujud yang didampingi pengurus lainnya, Tukidi, Selasa (10/11), pada rapat dengar pendapat bersama Komisi A DPRD Asahan, di gedung dewan setempat.
Hal senada juga dikatakan Camat Bandar Pulau Erwandi. Menurutnya, di daerahnya pembuatan KTP ada terjadi pengutipan. Biaya pengutipan tersebut sebenarnya bukan untuk pembuatan KTP, melainkan karena jarak yang ditempuh dari Bandar Pulau ke Kota Kisaran yang berjarak 50 kilometer lebih. Apalgi biaya oprasional untuk pengantar dan menjemput KTP tersebut ke Dukcapil yang terletak di Kantor Bupati Asahan tidak ada.
“ Kami juga mengakui ada sedikit biaya untuk pembuatan KTP, namun itu bukan kebijakan dari kami, melainkan biaya terimaksih saja dari pemohon pembuat KTP,” ujar Erwandi.
Hadir juga dalam kesempatan itu, Kapala Bidang Pendaftaran Dukcapil Asahan Aldy. Dikatakannya, anggaran yang ada di Dukcapil hanya untuk pembelian blangko KTP, KK dan Akte Kelahiran dan formulir pembuatannya. Sedangkan untuk operasional atau intensif tidak ada dianggarkan dalam APBD Asahan.
“ Megenai biaya intensif Dukcapil pihaknya pernah mengajukannya, namun biaya tersebut ditolak, karena dinilai melanggar aturan,” sebut Aldy, seraya melaporkan bahwa computer yang mencetak KTP, akte dan KK Didukcapil hanya 10 unit dan 10 printer yang dioprasikan oleh 34 orang.
Dari pertemuan yang berlangsung selama tiga jam tersebut, akhirnya ketua Komisi A DPRD Asahan Bunyaddin berserta anggota meminta kepada Fakda dan Dukcapil untuk mempersiapkan draf-draf yang dapat mempercepat pembuatan dokumen kependudukan tersebut secara gratis.
“ Dalam pertemuan selanjutnya, kami berharap Dukcapil telah mempersipakan draf-draf yang menjadi permasalahan dalam pembuatan KTP, KK dan akte kelahiran,” sebut Bunyaddin. Selengkapnya...

Jumat, 06 November 2009

Pemkab Asahan Gelar Medical Expo 2009

Daerah, 06-11-2009
*indra sikoembang
MedanBisnis – Kisaran

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan akan menggelar Medical Expo 2009 di Lapangan Parasamya Kisaran. Kegiatan yang berlangsung 14 – 15 November 2009 itu dirangkai dengan peringatan hari kesehatan nasional ke-45.
Demikian dikatakan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Asahan drg Habinsaran pada MedanBisnis, Kamis (5/11) di gedung Dinkes setempat.
“Berbagai persiapan telah dilakukan, baik dari pihak Dinkes Asahan maupun pihak organized yakni Koalisi Untuk Asahan Sehat (KuAs),” ujarnya.
Dikatakannya, kegiatan yang akan menonjolkan informasi pelayanan kesehatan tersebut bertujuan untuk menambah wawasan masyarakat terhadap informasi tentang pelayanan kesehatan, pembiayaan kesehatan, produk-produk alat kesehatan dan pendidikan kesehatan. “ Melalui event Asahan Medical Expo 2009 diharapkan masyarakat lebih mengetahui tentang informasi kesehatan,” katanya.
Selain itu kata Habinsaran, event tersebut mengajak para pelaku usaha dan pengelola pelayanan yang bergerak di bidang pelayanan kesehatan, perusahaan pembiayaan (ansuransi kesehatan) distributor alat-alat kesehatan, pengelola pendidikan kesehatan dan pelaku usaha lainya yang ingin berpromosi dan berperan dalam Asahan Medical Expo 2009. “ Kegiatan ini juga ajang promosi bagi pelaku pengerak kesehatan,” sebut Habinsaran.
Disebutkan, peserta yang akan mengisi event tersebut diantaranya dari Dinkes, rumah sakit swasta, klinik, akademi kebidanan, keperawatan, Apotik, perusahaan farmasi, perusahaan alat-alat kesehatan dan usaha kesehatan lainya.
“ Saat ini, ada 18 peserta yang telah mendaftar dalam event Asahan Medical Expo diantarnya dari dunia pendidikan kesehatan, klinik, apotik serta perusahan farmasi, “ ujar Nazli seraya mengatakan event juga menyedikan hiburan, berupa senam aerobic, fun games, band competition. Selengkapnya...

Selasa, 03 November 2009

Calhaj Asahan Diberangkatkan


Daerah,03-11-2009
*indra sikoembang
MedanBisnis – Kisaran

Pemkab Asahan melepas secara resmi keberangkatan 382 calon jemaah haji (calhaj) Asahan yang akan berangkat dengan kelompok terbang (Kloter) 10 dan 17 untuk menunaikan ibadah haji ke tanah suci Makkah. Pelepasan calhaj juga diiringi ribuan masyarakat Asahan, termasuk para keluarga calhaj.
Bupati Asahan dalam sambutanya yang dibacakan Sekda Asahan mengatakan keberangkatan menunaikan ibadah haji adalah suatu perjalanan yang bernilai luhur dan mulia, karena Allah SWT menjanjikan surga bagi haji yang mabrur. “ Semoga kita menjadi haji yang mabrur,” kata Erwin Syahrul Pane, Senin (2/11) di halaman kantor Bupati Asahan.
Erwin juga berpesan kepada seluruh Calhaj, untuk segera kembali meluruskan niat dalam melaksanakan ibadah haji, niatkan bahwa ibadah haji tersebut hanya untuk Allah semata, bukan untuk meningkatkan status sosial di tengah – tengah masyarakat, kemudian Calhaj juga diminta untuk terus meningkatkan kualitas nilai ibadah haji, pelihara dan jaga kesehatan fisik serta jaga keamanan diri masing-masing.
“ Mari kita petik pengalaman jamaah haji tahun lalu, perhatikan petunjuk-petunjuk keselamatan dan patuhi jadwal yang ditetapkan, Insya Allah semua akan selamat,” harapan Erwin.
Dikatakan lagi, jamaah haji merupakan tamu Allah di tanah suci. Karena itu pihaknya berharap para jamaah dapat berbuat selayaknya tamu yang baik, yang menghormati tuan rumah. Terlebih berkunjung ke Baitullah di tanah Haram Makkah.
Hadir pada pelepasan Calhaj tesebut, DPRD Asahan yang diwakili oleh Wakil Ketua Arief Fansuri, Dandim 0208 Asahan, Kejari, Kapolres diwakili oleh Kabag Bina Mitra, Kakandepag Asahan dan para keluarga Calhaj. Selengkapnya...

Rabu, 28 Oktober 2009

Benteng Terpilih sebagai Ketua DPRD Asahan


Politik,28-10-2009
*indra sikoembang
MedanBisnis – Kisaran

Rapat paripurna istimewa DPRD Asahan di Gedung DPRD setempat, Selasa (27/10), menetapkan Benteng Panjaitan dari Partai Golkar menjadi Ketua DPRD Kabupaten Asahan periode 2009-2014.
Selain ketua, rapat paripurna tersebut juga menetapkan tiga wakil ketua yakni Arif Fansuri dari Partai Demokrat, Dahron Hutagaol dari Partai Amanat Nasional (PAN) dan Armen Margolang dari PDIP.
Benteng Panjaitan mengatakan siap mengemban amanat yang dipercayakan sesuai dengan fungsi DPRD. Selain itu, DPRD siap mendukung dan mengontrol kinerja Pemkab Asahan agar sasaran pembangunan berjalan sesuai rencana terlebih bagi kesejahteraan rajyat.
Benteng Panjaitan, yang sebelumnya menjabat Ketua DPRD Sementara mengatakan, nama-nama unsur pimpinan DPRD Asahan telah diterima sebelumnya oleh DPRD Asahan.
“Sesuai dengan susunan kedudukan, Ketua DPRD dibantu oleh wakil ketua yang diambil dari partai pemenang pemilu yang memiliki suara terbanyak yakni dari Golkar, Demokrat, PAN dan PDIP yang menduduki unsur pimpinan,” kata Benteng kepada MedanBisnis.
Surat penetapan yang dilakukan melalui paripurna tersebut kata Benteng akan dikirim ke Gubsu yang berdasarkan petunjuk Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan selanjutnya DPRD Asahan akan menunggu pengesahan penetapan unsur pimpinan DPRD Asahan tersebut. “Kita tinggal menunggu surat pengesahanya dari Gubsu,” sebut Benteng.
Selain penetapan unsur pimpinan definitif, rapat paripurna tersebut juga menetapkan pimpinan Fraksi PDIP yang sebelumnya sempat terkendala, yakni ketua Fraksi PDIP Wirnarni Supraningsih, Wakil Ketua Handi Arfan Sitorus dan Sekretaris Yenni Manik. Selengkapnya...

Senin, 26 Oktober 2009

Bambang dan Anas Pilih Jalur Independen


Politik, 26-10-2009
*indra sikoembang
MedanBisnis – Kisaran

Bambang Wahyudi dan Anas Fauzi Lubis, masing-masing sebagai bakal calon Bupati dan wakil Bupati, menyatakan kesiapannya bertarung di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Asahan tahun depan. Pasangan ini akan bertarung melalui jalur independen.
“Kami akan maju melalui jalur indenpenden di Pilkada 2010 mendatang,” tegas Bambang kepada MedanBisnis, Minggu (25/10), usai mendeklarasikan pasangan Jawa Batak (Baja) tersebut di Padepokan Joko Tingkir Asahan.
Menurut pasangan ini, bertarung melalui jalur independen telah dipersiapkan matang. Bahkan mereka mengklaim telah mendapat dukungan penuh dari masyarakat Jawa yang populasinya mencapai 50.000 orang.
“Saat ini dukungan kepada kami mendekati angka 50.000 orang dan masih terus mengalir. Begitu pun, saya dan Anas terus melakukan silaturahim secara langsung,” sebut Bambang yang pernah menjabat sebagi Direktur RSU Abdul Manan Simatupang Asahan.
Bambang mengungkapkan. keikutsertaanya di pilkada tersebut, karena dalam dirinya telah mengalir darah sebagi pelayan masyarakat, bukan dilayani. “Dokter itu tugasnya melayani dan dalam darah saya sudah mengalir sifat melayani. Karenanya saya siap melayani rakyat Asahan untuk membagun ke depan,” ujar Bambang. Selengkapnya...

Diduga Flu Burung, Darah Ayub Dikirim ke Jakarta


Daerah, 26-10-2009
*indra sikoembang
MedanBisnis – Kisaran

Contoh darah M Ayub (6) warga Dusun I Desa Air Genting Kabuapten Asahan yang diduga saspek flu burung dikirim ke Departemen Kesehatan Republik Indonesia (Depkes RI), untuk memastikan apakah pasien terkena flu burung atau penyakit lain.
“Kami telah mengambil serum darah Ayub dan serum akan kami kirim ke pusat,” kata Staf Bidang Flu Burung Dinas Kesehatan Sumatera Utara Miswar pada MedanBisnis, Minggu (25/10) saat mengecek kondisi M Ayub di Rumah Sakit Abdul Manan Simatupang.
Tujuan dari pengambilan sampel darah Ayub kata Miswar adalah untuk diuji di laboratorium, karena hanya Depkes pusat yang dapat mengetahui virus tersebut. “Hal ini dilakukan untuk memastikan apakah Ayub terkena virus flu burung (H5N1) atau tidak dan mengenai hasilnya akan diketahui 2 minggu kedepan,” sebutnya.
Sedangkan Ayub sakit demam, karena kontak langsung dengan hewan, yang belakangan diketahui telah mati mendadak. Namun kata Miswar, saat mereka langsung menyisir ke daerah tempat tinggal Ayub, tidak ditemukan masyarakat yang demam tinggi seperti Ayub, namun hewan peliharaan banyak yang mati mendadak.
“ Informasi yang kami dapat dari Dinas Peternakan Asahan, hewan yang mati mendadak ternyata negatif, namun kami tetap akan membawa sampel darah Ayub untuk diuji,” ujar Miswar, yang didampingi petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan serya berharap untuk selalu berkoordinasi dengan dinas peternakan setempat. Selengkapnya...

Jumat, 23 Oktober 2009

3.420 Pengurus HKBP Asahan Labuhan Batu Masuk Jamsostek

Industri,23-10-2009
*indra sikoembang
MedanBisnis – Kisaran

PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) Kabupaten Asahan menyerahkan kartu peserta Jamsostek (KPJ) kepada 3.420 pendeta dan pengurus HKBP Distrik XIII Asahan dan Labuhan Batu. Penyerahan KPJ tersebut menandai ribuan pendeta dan pengurus gereja telah menjadi peserta Jamsostek.
Penyerahan KPJ dilakukan secara simbolis kepada empat pendeta yakni Viktor Sitohang, Marjabat Panjaitan, Guru Ranap Sianturi dan Maringan Sirait yang diserahkan Bupati Asahan diwakili Kepala bagian Pemerintahan, Kepala Departemen Diakonia HKBP Pdt Nelson F Siregar STh, Kakanwil I PT Jamsostek diwakili Kabag Pengendalian Oprasional Edi Syahrial di Gedung Serbaguna HKBP Jalan SM Raja Asahan.
“Sebanyak 3.420 yang telah ikut peserta Jamsostek, namun secara simbolis kami serahkan kepada empat orang yang mewakilinya dan juga dilakukan penyerahan sertifikat tanda kepesertaan Jamsostek bagi pengurus HKBP,” kata pejabat sementara Jamsostek Asahan Mangasi Sormin kepada MedanBisnis, Kamis (22/10) di gedung Jamsostek setempat.
HKBP Distrik XIII memiliki 20 resort yang terdiri dari 127 gereja tersebut, kata Sormin secara bertahap ke 20 resort akan ikut menjadi peserta Jamsostek. “Saat ini baru 18 resort yang telah menjadi peserta Jamsostek. Masuknya pihak keagamaan menjadi peserta Jamsostek merupakan hal pertama sekali terjadi di Asahan, khususnya HKBP,” jelasnya.Disebutkannya, ikutnya para pendeta menjadi peserta Jamsostek berarti risiko sosial pelayanan di dunia telah terlindungi.
Sementara itu, Kepala Departemen Diakonia HKBP Pdt Nelson F Siregar mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Asahan dan Jamsostek atas terselenggaranya kegiatan tersebut. ”Mendengar program Jamsostek di mana pelayan keagamaan dapat menjadi pesertanya, membuat saya tertarik dan kita merasa bersyukur atas perkembangan demokrasi sekarang, di mana tidak ada lagi perbedaan. Semuanya bisa dilayani di Jamsostek termasuk pendeta dan para sintua,” ujar Nelson.
Menurut Nelson, HKBP sebagai gereja, berharap turut proaktif serta memikirkan dan mengupayakan agar masyarakat dapat lebih sejahtera.
Kepala Kantor Wilayah I PT Jamsostek yang diwakili oleh Kabag Pengedalian Oprasional Edi Syahrial memaparkan pelayanan Jamsostek merupakan program untuk melindungi tenaga kerja. Jamsostek adalah lembaga yang dipercaya untuk lebih meningkatkan perlindungan terhadap tenaga kerja yang diatur dalam Undang-undang Nomor 3 Tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga. Selengkapnya...

Kamis, 22 Oktober 2009

Helmiati Dinobatkan Jadi Duta CTPS Asahan


Daerah, 22-10-2009
*indra sikoembang
MedanBisnis – Kisaran

Koalisi untuk Asahan sehat (KuAs) menobatkan Helmiati sebagi duta cuci tangan pakai sabun (CTPS) Kabupaten Asahan periode 2009-2010. Melalui Duta CTPS program cuci tangan diharapkan lebih mudah tersosialisasi ke masyarakat Asahan.
“KuAs telah menetapkan Helmiati Risuddin sebagi Duta CTPS Asahan,” kata Efi Irwansyah Pane pada MedanBisnis, Rabu (21/10) usai acara kampanye imunisasi campak dan polio tambahan di Desa Banjar Kecamatan Air Joman, Asahan.
Penobatan Duta CTPS, kata Efi, merupakan suatu bentuk percepatan penyebaran informasi dan membiasakan masyarakat untuk mencuci tangan pakai sabun. Selain itu, Duta juga diberikan kewenagan untuk melakukan kampanye baik secara pribadi maupun bersama-sama dengan lembaga-lembaga yang terhimpun dalam KuAs.
“ Dengan adanya Duta CTPS, maka informasi akan tersosialisasikan dengan baik melaui Duta, apalagi Helmiati juga seorang Ketua PKK Asahan dan sekaligus sangat dekat dengan anak-anak sekolah,” sebut Efi, seraya mengatakan penobatan dilakukan hasil rapat lembaga-lembaga yang terhimpun dalam KuAs.
Sementara itu, Duta CTPS Helmiati mengatakan penobatan tersebut merupakan amanah yang cukup berat, apalagi setiap saat harus mensosilisasikan CTPS kepada seluruh masyarakat Asahan. Namun Helmiati berjanji siap untuk menjalanakan amanah tersebut dengan senang hati dan kedepan, akan meyusun progran-program CTPS di Asahan.
“ Saya sangat senang sekali dinobatkan sebagai Duta CTPS, apalagi penyebaran informasi CTPS yang akan dilakukan merupakan informasi yang sangat efektif. Kalau kita selalu CTPS maka kita telah mencegah penyakit yang datang pada kita, misalnya penyakit diare, ISPA dan flu burung,” ujar Helmiati
Acara penobatan Duta CTPS juga dirangkai dengan kampaye imunisasi campak dan polio. Bupati Asahan Risuddin dalam sambutanya mengatakan pembagunan kesehatan adalah upaya seluruh komponen bagsa dalam meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemapuan hidup bersih dan sehat untuk derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.
Bupati berharap dari kampanye yang dilakukan saat ini, dapat menggaungkan pesan-pesan kesehatan dalam memperscepat perwujudan rakyat sehat sebagai bentuk kemandirian masyarakat yang hidup bersih dan sehat menuju kualitas bangsa yang bermartabat.
“ Saya mengajak kepada semua pihak untuk mencangkan hidup bersih dan sehat pada diri sendiri, keluarga atau lingkungan, agar kita dapat membagun serta mewujudkan masyarakat Asahan sehat tahun 2009,” papar Bupati. Selengkapnya...

Rabu, 21 Oktober 2009

Rekanan Diminta Lindungi Pekerjanya dengan Jamsostek


industri, 21-10-2009
*indra sikoembang
MedanBisnis – Kisaran

Rekanan atau kontraktor yang bergerak di bidang jasa konstruksi yang pembiayaannya berasal dari APBN maupun APBD dan swasta untuk segera melindungi pekerjanya dengan mengikuti program jaminan sosial tenaga kerja (Jamsostek).
“Ke depan kontraktor yang ada di daerah kabupaten/kota harus mendaftarkan pekerjanya ke program Jamsostek, agar jaminan serta hak pekerja dapat dijamin,” kata Ketua Tim Pembina Jasa Konstruksi yang juga Asisten II Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah Propinsi Sumatera Utara (Pempropsu) Djaili Azwar kepada MedanBisnis, Selasa (20/10) usai memberikan materi kepada enam kabupaten/kota di wilayah kerja Jamsostek Kabupaten Asahan di Hotel Mega Sari Asahan.
Dikatakannya, setiap daerah akan ada ketua tim pembinaan jasa kontruksi, maka dari tim tersebut akan menyosialisasikan program ini ke para kontraktor masing-masing.
Program tersebut, kata Djaili, secara bertahap tim akan melakukan penegasan kepada para kontraktor yang tidak mendaftarkan para tenaga kerjanya ke dalam kepesertaan Jamsostek. “Kalau para kontraktor tidak mematuhi aturan ini, maka kami akan mem-blacklist kontraktor tersebut dan hal ini juga akan diikuti oleh daerah lain,“ tegas Djaili.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) I PT Jamsostek (Persero) H Mas’ud Muhammad mengatakan, program tersebut telah memiliki dasar hukum yang jelas. Karena itu, para kontraktor dapat mengikuti program pemerintah. Program ini sesuai dengan UU no 3 Tahun 1992, sedangkan pelaksanaanya dituangkan dalam peraturan pemerintah No 14 Tahun 1993, ditambah lagi dengan Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 1993 serta Keputusan Gubsu.
“Program ini kita lakukan berdasarkan aturan, dan pelaksana aturan tersebut adalah Jamsostek sesuai PP No 36 Tahun 1995,” kata Mas’ud.
Mas’ud juga menilai hingga kini sosialisasi program pemerintah tersebut belum efektif disampaikan kepada para kontraktor di daerah kabupaten/kota. Namun, usai pertemuan kepada enam daerah yang membicarakan tentang perlindungan para pekerja, diharapkan sosialisasi program jasa konstruksi dapat berjalan dengan baik. “Semoga dari pertemuan ini, informasi program ini dapat diketahui oleh para kontraktor di daerah masing-masing,” harapnya.
Pejabat pelaksana sementara Jamsotek Asahan Mangasi Sormin yang juga Kabid Pemasaran mengatakan, mengikuti program Jamsostek berarti telah mengalihkan tanggung jawab perusahaan atas kewajiban memberi perlindungan kepada pekerja melalui jaminan sosial tenaga kerja.
Seperti yang diatur dalam UU No 3 Tahun 1992, apabila pekerja mendapat risiko kecelakaan kerja, tenaga kerja berhak mendapat pelindungan, yakni biaya perobatan maupun perawatan, upah selama tidak mampu bekerja, tunjangan cacat kalau pekerja itu cacat dan bantuan kematian kalau pekerja itu meninggal dunia.
Sormin juga menjelaskan pertemuan tersebut sebagai wujud pengotimalisasian serta sebagai implementasi surat keputusan atau instruksi Gubernur Sumatera Utara No 560/1046.K/Tahun 2004, Nomor 560/239.K/Tahun 2005 dan Nomor 560/1840.K/Tahun 2005. Selengkapnya...

Selasa, 20 Oktober 2009

Pemkab Asahan Manfaatkan Lahan Tidur Jadi Areal Sawah


Agribisnis, 20-10-2009
*indra sikoembang
MedanBisnis – Kisaran

Perluasan areal persawahan melalui percetakan sawah di Kabupaten Asahan merupakan program yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Karena itu, ke depan lahan-lahan tidur yang ada harus dimanfaatkan menjadi areal sawah, sehingga luas areal sawah terutama tanaman padi terus bertambah di daerah tersebut.
“Saya minta seluruh potensi yang ada supaya digerakan, areal persawahan harus terus diperluas dan program ini tidak bisa ditawar-tawar,“ kata Bupati Asahan Risuddin dalam sambutannya pada acara Rapat Posko Desa di Desa Air Joman, Senin (18/10) yang dibacakan oleh Asisten II Pemkab Asahan Sugianto.
Program perluasan areal persawahan tersebut selain dapat meningkatakan produksi, Bupati juga mengharapakan para petani, jangan mengalihfungsikan lahan pertaniannya terutama lahan-lahan sawah irigasi yang potensi untuk tanaman padi. “Kita akan terus kembangkan program perluasan sawah, namun kami juga meminta kepada petani, tidak mengalihfungsikan lahan pertaniannya,“ tegas Bupati.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengingatkan untuk melaksanakan rapat-rapat posko, sehingga secara dini dapat diketahui permasalahan atau kendala yang dihadapi petani dan segera mungkin mencarikan solusinya. “Mari kita tingkatkan kerukunan tani yang harmonis guna meningkatkan produksi dan pengimplementasian visi dan misi Pemkab Asahan, agar hidup kita lebih sejahtera,“ imbau Bupati.
Untuk meningkatakan motivasi petani di Desa Air Joman Kecamatan Air joman, Pemkab Asahan menyerahkan bantuan berupa alat mesin pertanian (alsintan) berupa delapan unit hand traktor kepada 5 kecamatan di Asahan, pemberian benih padi kepada lima kelompok tani, pemberian benih sayur bayam, kangkung, kacang panjang, bibit tanaman mangga, rambutan dan sawo kepada dua kelompok Tim Pengerak PKK bidang P2W-KSS.
Selain bantuan dari Pemkab Asahan, Otorita Asahan juga memberikan bantuan untuk memperluas areal sawah di Asahan, yakni memberikan 29 unit handtraktor kepada 29 kelompok tani di Kecamatan Rawang Panca Arga dan Meranti. “Semua bantuan kami serahkan kepada petani untuk meningkatkan kesejahteraan pembagunan pertanian di daerah Asahan,“ sebut Bupati. Selengkapnya...

Distribusi Macet, PDAM Asahan Dideadline Satu Minggu

Industri, 20-10-2009
*indra sikoembang
MedanBisnis – Kisaran

Perusahaan Daerah Air Minum Titra Silau Piasa (PDAM TSP) Kabupaten Asahan diberi batas waktu satu minggu untuk mengatasi pelayanan air bersih kepada pelanggan. Pasalnya, pendistribusian air bersih ke pelanggan selama beberapa bulan terakhir tidak dapat dinikmati.
“Kami beri waktu satu minggu kepada PDAM TSP untuk menyelesaikan permasalahan air bersih yang tidak tersalurkan ke pelanggan,“ tegas Ketua Kelompok Kerja (Pokja) B DPRD Asahan Dahron Hutagaol kepada MedanBisnis usai melakukan panggilan pada pihak perusahan daerah tersebut, Senin (19/10) di gedung dewan setempat.
Batas waktu tersebut, kata Dahron merupakan waktu yang sangat cepat diberikan kepada PDAM. “PDAM dapat segera mengatasinya, karena pada tahun 2006 PDAM telah menaikan tarif air sebesar 135 persen, kemudian tahun 2008 PDAM mendapat pinjaman dari anggran APBD Asahan sebesar Rp 900 juta, akibat PDAM memiliki tunggakan rekening listrik. Jadi, saya kira PDAM TSP tidak ada lagi alasan tidak mampu menyelesaikan pendistribusian air bersih ke pelanggan,“ kata Dahron.
Bila permasalahan tersebut tidak dapat diselesaikan oleh maanjemen perusahaan, pihak legislatif dan masyarakat kata Dahron, berharap PDAM TSP dapat mengambil langkah konkrit atau mengambil kebijakan cepat untuk mengatasi pelayanan terhadap ribuan pelanggan PDAM Asahan yang saat ini tidak menikmati air bersih.
“Terserah kebijakan apa yang dilakukan PDAM, yang penting pelanggan dapat menikmati kembali air bersih,” ujra Dahron seraya mengatakan akan berupaya untuk menelusuri kembali penyebab ketidaksehatan manajemen perusahaan air minum milik Pemkab Asahan tersebut.
Pernyataan tegas juga dilontarkan anggota DPRD Asahan Kemaldin yang juga anggota Pokja B. Ia meminta Direktur Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Silau Piasa Asahan untuk mundur dari jabatannya, karena dinilai selama ini kinerja perusahan daerah tersebut sangat buruk, sehingga pendistribusian air bersih tidak dapat dinikmati oleh pelanggan.
“Jalan terbaik untuk menyelamatkan PDAM TSP adalah mengganti direktur dan memperbaiki manajemenya serta dituntut keseriusan Pemkan Asahan atau Bupati Asahan untuk mengatasi krisis tersebut, agar krisis tersebut tidak terus berkelanjutan kepada pelanggan,” tegasnya. Selengkapnya...

Sabtu, 03 Oktober 2009

Sikap Politik Golkar Asahan Masih Mengambang

Politik,03-10-2009
*indra sikoembang
MedanBisnis - Kisaran

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Golkar Asahan saat ini sepertinya masih bingung dalam menentukan sikap untuk memberi dukungan bagi calon Ketua Umum DPP Golkar mendatang. Mereka masih belum membuat sikap politik, apakah mendukung Surya Paloh atau Aburizal Bakrie (Ical).
Kebingungan ini muncul karena munculnya iklan dan berita di media terbitan Jakarta dan Medan. Di koran terbitan Medan disebutkan Ketua DPC Golkar Asahan, Risudin, mendukung Ical dalam deklarasi di Hotel Arya Duta Medan, yang dilaksanakan pada Selasa (29/9) malam.
Sementara dukungan bagi Surya Paloh tercantum dalam iklan di sebuah media cetak Jakarta, Kamis (1/10), di mana Ketua Harian Partai Golkar Asahan, Zaharuddin Panjaitan, justru menandatangani dukungan buat Surya Paloh di media tersebut. MedanBisnis mencoba mengonfirmasi hal itu kepada Zaharuddin Panjaitan, Jumat (2/10). Ia berkilah dengan menyebutkan Golkar Asahan awalnya memang benar memberikan dukungan kepada Surya Paloh.Namun itu terjadi karena ketika itu Ketua Golkar Asahan, Risuddin, memberikan mandat kepadanya untuk mengikuti pertemuan di rumah Ketua Partai Golkar Sumatera Utara, Ali Umri, di Medan. “Karena konteksnya rapat, ya saya ikut rapat dan kemudian tandatangan, namun hal itu terjadi dua bulan lalu, “ elak Zaharuddin.
Usai rapat itu, sambungnya, mandat yang ia terimanya dicabut oleh Risudin. Selanjutnya Risuddin menghadiri langsung deklarasi pemberian dukungan kepada Ical di Medan. Lalu apa tanggapan Risudin? Hingga saat ini MedanBisnis belum berhasil mengonfirmasi Bupati Asahan itu. “Pak Bupati lagi ke Medan, “ kata Humas Pemkab Asahan, Rahmat Hidayat Siregar kepada MedanBisnis. Selengkapnya...

Rabu, 30 September 2009

Satwa Langka Tapir Ditemukan di Asahan


Daerah, 30-09-2009
*indra sikoembang
MedanBisnis – Kisaran

Satwa langka yang dilindungi pemerintah yakni salah satunya Tapir Sumatera (Tapirus Indikus) tersesat di pemukiman warga.
Tapir berukuran panjang 180 cm dan tinggi 105 berkelamin betina ditemukan oleh warga desa Tanjung Alam kecamatan Sei Dadap kabupaten Asahan saat mengikuti rombongan ternak lembu warga.
“Saat itu hari Senin sore, tentunya lembu-lembu harus dimasukkan ke kandang, namun saya heran, kenapa diantara lembu saya ada yang lain, saya jadi ketakutan, saya kira babi hutan, dan saya langsung memanggil warga, “ sebut Boyinem (55) pemilik ternak warga desa Tanjung Alam dusun satu pada MedanBisnis, Selasa (29/9).
Boyinem melanjutkan karena merasa ketakutan dia menanggil Kiatno dan Usman pemuda setempat. Lalu kedua pemuda tersebut langsung menangkap tapir, namun tapir berhasil lepas, dikarenakan tali yang yang digunakan untuk menangkapnya terlalu kecil.
“Karena tali terlalu kecil kami mengambil tali yang besar, saat tapir tersebut berada dibekas bekoan yang berisikan air, kami langsung mengikat tapir dan selanjut tapir kami bawa ke desa,“ ujar Kiatno (25)
Sementara itu, kepala Balai konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Utara cabang Tanjung Balai dan Asahan Raja Karsom mengatakan bahwa tapir yang ditemukan warga adalah tapir khas Sumatera dan merupakan salah satu satwa yang sangat dilindungi pemerintah.
“Hewan ini berasal dari Sumatera, maka satwa ini disebut Tapir Sumatera dan sangat dilindungi pemerintah bahkan dunia,“ papar Raja.
Mengapa tapir sampai ke daerah Asahan, Raja menjelaskan, dikarenakan gangguan ekosistem diantaranya pembakaran hutan, penebangan liar, ganguan manusia serta banjir “Tapir habitatnya di hutan, nah kalau hutan tergangu maka tapir akan pergi dari hutan tersebut,“ jelas Raja.
Mengenai keberadaan tapir, kata Raja kemungkinan pihak BKSDASU dan kebun binatang Siantar hari ini (Selasa 29/9) akan melihat langsung kondisi tapir dan sekaligus akan membawa tapir ke kebun binatang Siantar untuk dikaratinakan sementara. “Hewan ini telah mengalami stress berat dan mungkin hari ini juga akan dibawa ke Siantar untuk dikaratinakan sementara, selanjutnya akan dilepas ke habitatnya,“ tambah Raja seraya mengucapkan terimakasih kepada warga yang telah menjaga satwa yang lindungi tersebut. Selengkapnya...

Selasa, 29 September 2009

Ilham Arya Nama Baru Muhammad Akbar Risuddin


Indra sikoembang
MedanBisnis-Kisaran

Bayi besar berkelamin laki-laki dengan berat 8,7 kg dan panjang badan 62 cm yang memiliki nama Muhammad Akbar Risuddin saat ini telah memiliki nama baru, nama baru tersebut adalah Ilham Arya yang diberikan oleh Bupati Batubara Ok Arya Zulkarnaen

Akbar, sebelumnya lahir melalui operasi caesar pada Senin 21 September 2009 pukul 09.25 wib di Rumah Sakit Umum Abdul Manan Simatupang (RSU-AMS) Kisaran Kabupaten Asahan telah diberi nama oleh Bupati Asahan Risuddin yakni Muhammad Akbar Risuddin, nama tersebut diberikan saat bupati Asahan bersama istri Helmiati melihat secara langsung ibu dan bayi tersebut ke RSU-AMS.

Namun setelah berselang 5 hari, Bupati Batubara Ok Arya Zulkarnaen juga melihat secara langsung kondisi ibu dan bayi, Senin (28/9) di RSU- AMS, hal yang serupa juga dilakukan oleh Bupati Batubara yakni memberikan nama bayi besar tersebut dengan nama Ilham Arya

"Ilham artinya petunjuk atau isyarat yang baik, jadi semoga kehadiran bayi ini merupakan isyarat yang baik untuk warga Batubara, dan Arya itu nama saya, “ sebut Ok Arya yang didampingi wakil Bupati Asahan Taufan Gama Simatupang.

Selain itu Ok Arya juga mengucapkan ribuan terimakasih kepada kabupaten Asahan khusunya RSU-AMS yang telah membantu serta memfasilitasi perawatan ibu Ilham Arya yakni Ibu Ani “ Ibu Ani adalah warga Batubara, maka saya sangat berterimaksih kepada RSU –AMS serta Pemkab Asahan yang telah membantu lahirnya Ilham Arya, “ ujar Ok Arya.

Ok Arya juga mengatakan pemkab Batubara siap untuk memfasilitasi Ilham untuk diperiksa kesehatannya ke Jakarta, selain itu Ilham juga siap untuk diberikan penghargaan berupa beasiswa, “ Pemkab Batubara siap memfasilitasi kebutuhan Ilham, “ kata Ok Arya seraya memberikan batuan berupa uang tunai, begitu juga wakil Bupati Asahan Taufan Gama Simatupang serta Dandim 0208 Asahan. Selengkapnya...

indra sikoembang © 2008. Design by :Yanku Templates Sponsored by: Tutorial87 Commentcute