Marhaban Ya Ramadhan

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1435 H



Jumat, 20 Juli 2012

Kabupaten Asahan Belum Bebas Kusta

Sumatera Utara Kamis, 16 Des 2010 08:42 WIB MedanBisnis – Kisaran. Masyarakat di Kabupaten Asahan belum terbebas dari penyakit Morbus Hansen atau yang dikenal dengan kusta atau lepra. Penyakit ini bersumber dari kuman Mycobacterium leprae yang menyebabkan seseorang terjangkit. Berdasarkan catatan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Asahan bahwa ada laporan 18 puskesmas, penderita kusta yang termonitor sejak Januari hingga September 2010, delapan orang dan satu di antaranya adalah anak-anak. "Data yang kita miliki ada delapan orang selama tahun 2010 terkena kusta," sebut Kadis Kesehatan Asahan drg Habinsaran Nasution melalui Wasor TB Paru dan Kusta Safrin Sanja, kepada MedanBisnis, Rabu (15/12) di gedung dinas setempat. Safrin menjelaskan dari kedelapan orang tersebut, dua orang sudah pada tahap Pausi Basilar (PB) atau penderita kusta yang bercaknya tidak lebih dari lima bercak. Sedangkan enam penderita sudah pada tahap Multi Basilar (MB) bercaknya sudah banyak. "Penyakit ini tidak sampai menyebabkan kematian, namun kecacatan," ujar Safrin. Pada tahun tahun 2009, kasus yang terdata tampak menurun. Dibandingkan tahun 2010, termonitor 12 penderita kusta, tiga orang tahap PB dan sembilan orang MB. Kuman kusta gampang mati karena bila terkena sabun atau terkena sinar matahari langsung. " Kalau dibandikan tahun lalu kusta menurun," jelas Safrin. Menurut Safrin, dari hasil pengecekan langsung ke rumah penderita kusta, rata -rata penderita dari golongan orang kurang mampu dan lingkungan rumah yang kumuh serta cahaya matahari tidak masuk ke dalam rumah. Pola penularan kusta hampir sama dengan TB Paru, yakni kontak langsung. Artinya apabila dalam satu rumah ada yang mengidap penyakit kusta, sudah barang tentu anggota keluarga yang lain juga bisa terjangkit. Mengenai anggaran kusta, Safrin mengatakan anggaran kusta untuk 2011 mendatang tidak ada dianggarkan di APBD Asahan, namun dinas kesehatan mendapat anggaran dari pusat. "Setiap tahunnya kita mendapat anggaran dari pusat untuk kusta, namun dalam APBD Asahan tahun 2011 sudah kita ajukan, tapi belum terrealisasi, " terang Safrin. (indra sikoembang) Selengkapnya...

Asahan Miliki TPU Muslim yang Baru

Sumatera Utara Kamis, 18 Nov 2010 16:03 WIB MedanBisnis – Kisaran Kabupaten Asahan saat ini memiliki Taman Pemakaman Umum (TPU) muslim yang baru seluas 1 hektar yang terletak di Jalan Ahmad Yani kelurahan Sei Renggas, kecamatan Kisaran Barat. Hal tersebut ditandai dengan diserahkannya surat penghunjukan penggunaan tanah kepada pengurus Himpunan Sosial Kemalangan Muslim yang diserahkan Bupati Asahan Taufan Gama Simatupang disaksikan para Muspida dan SKPD serta undangan lainya. "Mengingat TPU muslim Kampung Lalang sudah sangat padat, maka Pemkab Asahan menghunjuk sebidang tanah diperuntukan untuk lokasi TPU muslim yang baru," kata Bupati Asahan, Rabu (17/11) di lapangan Hoki Kisaran. TPU tersebut berukuran 200 meter X 50 meter merupakan sebahagian tanah negara bekas areal Hak Guna Usaha (HGU) PT United Sumatera Plantations (PT Bakrie Sumatera Palntations) yang dilepas haknya kepada negara sesuai dengan surat pernyataan hak nomor 01/PH/II/1994 tanggal 04 Februari 1994. "Perubahan peruntukan lahan tersebut tentunya telah mendapat persetujuan dari DPRD Asahan, maka tanah tersebut jangan dialih fungsikan tanpa persetujuan Bupati Asahan," tegas Taufan seraya bergurau kepada hadirin, mengatakan siapa yang mau mendaftar pertama. (indra sikoembang) Selengkapnya...

Asahan Siap Kelola BPHTB dan PBB

Finansial Kamis, 11 Nov 2010 11:05 WIB MedanBisnis – Kisaran. Lahirnya Undang-Undang No 28/2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, ternyata membawa pengaruh terhadap pola pemungutan pajak daerah. Terhitung mulai 1 Januari 2011, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bagunan (BPHTB) akan dikelola ke daerah. Bupati Asahan, Taufan Gama Simatupang, mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan siap untuk mengelola pajak tersebut. “Kita siap mengelolanya, bahkan saya berharap tahun 2011 sudah bisa dikelola oleh Asahan,” jelas Taufan Gama Simatupang kepada MedanBisnis, Rabu (10/11) usai melakukan ziarah ke makam pahlawan Kisaran. Taufan menjelaskan, pihaknya saat ini tengah membahas persiapan untuk mengelola sumber pendapatan baru tersebut. “ Persoalan ini lagi saya proritaskan untuk dibahas dengan mengundang pihak-pihak yang terkait. Misalnya Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan untuk mengelola sumber pendapatan ini minimal hingga tahun 2014, tetapi saya berharap tahun 2011 sudah mulai dijalankan,” sebut Taufan. Kalau pembahasan pengelolaan sumber baru pendapatan daerah tersebut telah selesai, Pemkab Asahan akan memaparkan kepada publik. “Rencana saya, kalau sudah selesai dibahas, saya akan paparkan ke rekan-rekan semuanya dan masyarakat, agar dapat diketahui secara luas,” ujar Taufan seraya mengatakan yang akan mengelola potensi tersebut adalah Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Asset (DPPKA) Di tempat terpisah Kepala Bidang (Kabid) Penetapan DPPKA, J Sastro didampingi Kasi Litbang, Apriadi mengatakan potensi dari kedua sumber pendapatan tersebut saat ditangani oleh pemerintah pusat daerah setiap tahun mendapat sekitar 64%. “Untuk tahun 2010 ini, kita akan menerima sekitar Rp 2,5 miliar dari pajak tersebut. Jadi, kalau kita yang mengelola tentu semuanya untuk daerah dan ke depan kita tidak lagi menyetor ke pusat,” sebut Sastro, seraya mengatakan draf peraturan daerah yang menyangkut sumber pendapatan baru tersebut sudah diajukan. (indra sikoembang) Selengkapnya...

Minggu, 11 Maret 2012

Bupati Asahan Ikuti Diklat KDh se-Indonesia

Sumatera Utara Rabu, 20 Okt 2010 11:48 WIB

MedanBisnis – Kisaran. Bupati Asahan Taufan Gama Simatupang dalam waktu dekat selama sebulan penuh akan mengikuti pendidkan dan pelatihan (diklat) dan pembekalan sebagai kepala daerah se Indonesia yang digelar Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) di Jakarta.



"Bupati selama sebulan ke depan mengikuti diklat di Jakarta," kata Kabag Humas Pemkab Asahan Rahmat Hidayat Siregar kepada MedanBisnis, Selasa (19/10), di Asahan.

Mengenai roda pemerintahan, Hidayat menjelaskan bahwa selama Bupati Asahan tidak ditempat, maka kendali roda pemerintah Asahan dipegang oleh Wakil Bupati Asahan Surya. Hal itu, katanya, berdasarkan adanya pelimpahan kewenangan Bupati Asahan Taufan Gama Siumatupang kepada wakilnya.

"Mulai Senin (25/10) seluruh tugas-tugas bupati diambil alih oleh wakil bupati, dan para kepala SKPD wajib melapor kepada wakil bupati untuk mendapatkan petunjuk dalam menjalankan tugas-tugas sesuai dengan tupoksi SKPD masing-masing," ujar Hidayat, seraya mengatakan pelimpahan kewenangan ini hanya bersifat sementara dan tugas kewenangan yang diberikan hanyalah tugas-tugas rutinitas bupati. Sedangkan tugas-tugas tertentu yang memerlukan kebijakan prinsipil tetap harus berdasarkan kebijakan langsung Bupati Asahan. (indra sikoembang)


Selengkapnya...

Sabtu, 10 Maret 2012

Winda Fitrika Duta CTPS Asahan

Sumatera Utara Senin, 18 Okt 2010 12:38 WIB

MedanBisnis – Kisaran. Pemerintah Kabupaten Asahan menobatkan Winda Fitrika sebagai duta Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) Asahan. Diharapkan melalui duta CTPS program prilaku sehat denagn CTPS dapat tersosialisasikan ke tangah-tengah masyarakat Asahan.



"Dihari peringatan CTPS se dunia, Pemkab Asahan telah menetapkan Winda Fitrika Taufan Gama Simatupang yang juga sebagai Ketua PKK Asahan dinobatkan sebagai Duta CTPS Asahan," kata Kepala Dinas Kesehatan Asahan drg Habinsaran kepada MedanBisnis, Jumat (15/10) usai mengikuti acara CTPS di pesantren moderen Daar Al Uluum Kisaran.

Penobatan Duta CTPS, kata Habinsaran merupakan suatu bentuk percepatan penyebaran informasi dan membiasakan masyarakat untuk mencuci tangan pakai sabun. Selain itu, Duta juga diberikan kewenagan untuk melakukan kampanye serta sosilisasi dan dedukasi baik secara pribadi maupun bersama-sama dengan lembaga-lembaga terkait.

"Dengan adanya Duta CTPS, maka informasi akan tersosiliasikan dengan baik melaui Duta, apalagi Ibu Winda juga seorang Ketua PKK Asahan dan sekaligus sangat dekat dengan anak-anak sekolah," sebut Habinsaran.

Sementara itu Duta CTPS Asahan, Winda Fitrika mengatakan penobatan tersebut merupakan amanah yang cukup berat. Apalagi, katanya, setiap saat harus mensosilisasikan CTPS kepada seluruh masyarakat Asahan. Winda berjanji siap untuk menjalanakan amanah tersebut dengan senang hati dan ke depan melalui PKK akan meyusun progran-program CTPS di Asahan.

"Saya sangat senang sekali dinobatkan sebagi Duta CTPS, apalagi penyebaran informasi CTPS yang akan dilakukan merupakan informasi yang sangat efektif dan positif. Kalau kita selalu CTPS maka kita telah mencegah penyakit yang datang pada kita," ujar Winda
Bupati Asahan Taufan Gama Simatupang berharap dari kegitan tersebut dapat menggaungkan pesan-pesan kesehatan dalam mempercepat perwujudan rakyat sehat.

Sebab, rakyat yang sehat sebagai bentuk kemandirian masyarakat yang hidup bersih dan sehat menuju kualitas bangsa yang bermartabat, serta mewujudkan visi dan misi Pemkab Asahan tentang kesehatan.

"Saya mengajak kepada semua pihak untuk mencanangkan hidup bersih dan sehat pada diri sendiri, keluarga atau lingkungan. Dengan CTPS agar kita dapat membangun serta mewujudkan masyarakat Asahan, religius, sehat, cerdas dan mandiri," ujar Bupati.
(indra sikoembang)

Selengkapnya...

Warga Asahan Diminta Siap Hadapi Konversi Minah ke Elpiji

INDAG Kamis, 14 Okt 2010 10:45 WIB

MedanBisnis - Kisaran. Program konversi minyak tanah (minah) ke gas elpiji di Sumatera Utara kini telah memasuki tahap III. Artinya, daerah-daerah yang sebelumnya belum termasuk dalam program tahap I dan II, termasuk Kabupaten Asahan, masyarakatnya kini harus bersiap untuk beralih dalam penggunaan bahan bakar dari minyak tanah ke elpiji.



“Mau tidak mau masyarakat di seluruh Indonesia, termasuk di Asahan ini harus beralih untuk menggunakan elpiji. Karena ini adalah program nasional, dan untuk di Sumut, Kabupaten Asahan masuk dalam program tahap III program konversi ini. Sebab, pada tahun ini juga, pasokan minyak tanah bersubdisi akan ditiadakan,” kata Kabag Perekonomian Kabupaten Asahan, M Syarif kepada MedanBisnis, Rabu (13/10), di Kantor Pemkab Asahan.

Namun demikian, katanya, untuk mengakrabkan masyarakat dengan elpiji butuh peran serta PT Pertamina untuk memberikan sosialisi kepada warga dalam penggunaan elpiji dengan baik dan benar, sehingga dapat menghindarkan segala sesuatu yang tidak diinginkan. Karena selama ini, masyarakat telah dihantui ketakukan dan enggan menggunakannya saat memasak dan tetap bertahan dengan minah atau kayu bakar.

"Untuk saat ini sekitar 60% warga Asahan telah menggunakan gas, sedangkan 40% lagi masih menggunakan minah, dan itu berada di wilayah pedalaman. Agar hal ini merata, kita meminta pihak Pertamina dapat terus mensosialisasikannya kepada warga," ujar Syarif.

Kecelakaan yang kerap terjadi selama ini, menurut Syarif, merupakan kelalaian dan kurang berhati-hati saat menggunakannya, karena gas itu tidak akan berbahaya bila dipakai sesuai dengan ketentuan. Kecelakaan itu timbul akibat kurang kencangnya penutup selang sambungan kompor ke tabung gas, sehingga menimbulkan kebocoran dan akhirnya meledak. "Masyarakat harus paham benar penggunaannya, dengan memperhatikan peraturan pakai dan tidak anggap sepele dengan hal sekecil apapun," kata Syarif.

Disinggung dengan beredarnya tabung palsu, Syarif tidak ada komentar, karena dia tidak mempunyai bukti autentik menyatakan adanya tabung itu palsu. Namun ia menjelaskan, hasil temuan di lapangan, banyak berat tabung elpiji 3 kilogram tidak sesuai dari Standar Nasional Indoensia (SNI), ada beratnya yang 2,8 kg, namun ada juga yang lebih dari 3 kg.

Sedangkan untuk keberadaan minyak tanah bersubsidi di Asahan, Syarif menjelaskan Komisi B DPRD Asahan masih mangajukan permohonan perpanjangan subsidi minah ke Pertamina Pemasaran I Medan, yang kabarnya untuk November pemotongan 10% dari 20%, dan akhir Desember 2010 subsidi itu dicabut.

"Kita masih menunggu keputusan itu, diterima atau tidak," kata Syarif seraya mengatakan harga minyak tanah bersubsidi di Asahan berdasarkan HET sebesar Rp3.200 per liter. Sehingga bila ada pangkalan yang menjual minyak tanah bersubsidi di atas harga itu, maka hal itu sudah merupakan pelanggaran dan bisa dikenai sanksi. Sehingga jika ada masyarakat yang menemukannya, bisa segera melaporkannya ke pihak yang berwenang. (Indra sikoembang)

Selengkapnya...

Koperasi di Asahan Terus Bertumbuh

Sumatera Utara Jumat, 08 Okt 2010 12:13 WIB

MedanBisnis – Kisaran. Koperasi di Kabupaten Asahan terus bertumbuh. Sesuai data tahun 2009, jumlah koperasi di daerah tersebut telah mencapai 412 unit dan setiap tahunnya mengalami pertumbuhan 18 koperasi hingga 20 koperasi.



"Pertubuhan koperasi cukup bagus di daerah ini, apalagi setiap tahunya ada 20 koperasi yang tumbuh," kata Kepala Dinas (Kadis) Koperasi dan UKM Asahan melalui Kabid Koperasi M Yusup Sihotang, Rabu (6/10) kepada MedanBisnis di gedung dinas setempat.

Yusup mengakui, pertumbuhan koperasi tersebut sangat positif bagi perkembangan koperasi di tengah masyarakat. Sebab, perkembangan koperasi memiliki potensi yang besar dalam meningkatkan taraf hidup orang banyak.

"Perkembangan koperasi identik dengan pertambahan modal. Tentu saja dengan bertambahnya modal akan dapat meningkatkan penyaluran kredit kepada anggotanya. Kalau jumlah koperasi terus berkembang, maka perekonomian rakyat akan menjadi kuat," sebut Yufup.

Namun dengan terus bertumbuhnya koperasi, Yusup berharap koperasi dapat terus dipertahankan keberadaannya. Karena saat ini banyak koperasi yang telah tumbuh, setelah itu tidak aktif lagi. hal tersebut, katanya, disebabkan banyak pengurus yang tidak memahami sistem kerja koperasi tersebut. "Kami berharap koperasi yang tumbuh dapat terus berjalan," ujar Yusup seraya mengatakan dari 412 koperasi yang terdaftar hanya 234 yang aktif.

Perkembangan koperasi tersebut, menurut Yusup, tidak terlepas dari peran pemerintah daerah dengan berbagai kebijakan-kebijakan pemberdayaan koperasi yang telah dilakukan selama ini. Sebab, katanya, pemerintah daerah melakukan pembinaan, di antaranya dengan meyurati pengurus dan mensosialisasikan peraturan terkait koperasi sehingga pengurus taat dengan aturan tersebut.

"Kita selalu melakukan pembinaan terhadap koperasi. Bila koperasi tersebut menghadapi persoalan, kami selalu melakukan pendekatan, agar persoalannya dapat segera selesai," terang Yusup sembari mengatakan bahwa jenis yang mendominasi koperasi di Asahan adalah koperasi KSU dan KJKS BMT. (indra sikoembang)

Selengkapnya...

Taufan Jaring Aspirasi hingga ke Warung Kopi

MedanBisnis – Kisaran. Pembangunan Kabupaten Asahan sepertinya akan dijalankan sesuai keinginan rakyatnya. Sebab, Bupati Asahan Taufan Gama Simatupang terus melakukan diskusi dengan warganya tanpa mengenal tempat dan waktu. Bahkan, aspirasi warga dijaring hingga ke warung kopi.



Taufan Gama Simatupang bersama Wakil Bupati Surya, menyahuti atau menjaring aspirasi masyarakat hingga ke warung kopi. Hal ini dilakukan, karena bupati ingin mendengar langsung aspirasi serta keluhan dari masyarakat.

“Kita mau mendegar langsung aspirasi masyarakat dan masyarakat bisa langsung menyampaikan aspirasinya kepada saya,” kata Taufan kepada MedanBisnis, Jumat (1/10), usai melakukan diskusi di warung kopi milik warga di Tugu Perjuangan, Kota Kisaran.

Selain didampingi wakilnya, Taufan juga didampingi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Zulkarnaen, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Asahan Mahendra dan beberapa kepala bagian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan lainya. Kelompok eksekutif ini sempat melakukan diskusi tentang pembangunan Asahan ke depannya.

“Selain kita menyahuti aspirasi, saya bersama staf melakukan diskusi kecil di warung kopi ini. Jadi untuk kepentingan masyarakat, di mana saja bisa kita bahas,” terang Taufan.

Sementara itu, seorang warga Asahan Zasnis Sulung yang terlibat langsung dengan diskusi tersebut, mengatakan bahwa dirinya dengan bupati membicarakan tentang lingkungan dan keberadaan hutan di Asahan. Karena menurut data, bahwa hutan Asahan seluas 45.000 ha, kini 15.000 ha telah dialih fungsikan oleh masyarakat menjadi kebun.

“Untuk hutan, bupati merencanakan program tumpang sari atau meminta pemilik kebun menanami pohon hutan di sela-sela sawit. Bila lahan perkebunan tersebut memiliki sertifikat, maka pemilik akan di PTUN, sebab wilayah tersebut masih hutan lindung,” papar Zasnis.

Selain masalah hutan, bupati juga membicarakan tentang penanggulangan banjir. Dalam waktu dekat, Pemkab Asahan akan melakukan pengerukan sungai Asahan sepanjang 100 km. “Pengerukan sungai dimulai dari sungai Sei Kepayang. Hal ini dilakukan untuk penanggulangan banjir,” ujar Zasnis seraya mengatakan bupati juga membicarakan tentang program pembangunan lainnya. (indra sikoembang)

Selengkapnya...

Sabtu, 19 Februari 2011

Pemkab Asahan Siap Dukung Pemodalan


AgriBisnis Senin, 11 Okt 2010 10:58 WIB, indra sikoembang

Bupati Asahan, Taufan Gama Simatupang melalui Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Sabar Sembiring mengaku siap membantu permodalan para pelaku UKM untuk mengembangkan usaha serta meningkatkan produksi.



“Kami siap melayani para UKM yang ingin meningkatkan produksinya, apalagi para UKM yang kami anggap layak menerima dana bantuan dari kami,“ kat Sembiring kepada MedanBisnis.

Sembiring menjelaskan, keberadaan Dinas Koperasi dan UKM umumnya cukup memberikan kontribusi penting terhadap perekonomian. Sehingga pada dasarnya koperasi merupakan pondasi kuat dalam mendukung ekonomi kerakyatan. Dan, untuk menumbuhkembangkan perekonomian rakyat diperlukan pemberdayaan kegiatan-kegiatan produksi lokal yang dilakukan masyarakat.

“Kami selalu memberdayakan UKM, salah satunya pembudidayaan jamur tiram yang dilakukan Rofi,” kata Sembiring seraya menambahkan saat ini ada sekitar 328 pelaku UKM yang mendapat perhatian Pemkab Asahan.

Rencananya, kata Sembiring, tahun 2011, pihaknya akan mengajukan rencana penambahan anggaran ke APBD untuk UKM sebesar Rp 1,5 miliar. Ini dilakukan untuk memberdayakan ribuan UKM lainnya yang belum mendapat perhatian dari pemkab Asahan.

“Masih banyak UKM yang memohon bantuan, tetapi kami hanya bisa melayani ratusan UKM saja. Kendalanya kami masih kekurangan anggaran. Karenanya, tahun depan kami mengusulkan penambahan anggaran sehingga pelaku UKM yang lain dapat dibantu permodalannya,” kata Sembiring.
Selengkapnya...

Pengembalian Dana Bergulir UKM di Asahan Lancar

Finansial Sabtu, 02 Okt 2010 12:15 WIB

MedanBisnis – Kisaran. Pengembalian dana bergulir yang disalurkan oleh Dinas Koperasi dan UKM Asahan berjalan lancar. Dana yang digulirkan sekitar Rp 2,2 miliar dapat dikembalikan para pelaku usaha kecil menengah (UKM) pada waktu yang ditentukan.



“Kita menilai dana yang digulirkan dapat dikembalikan tepat waktu oleh para pemohon, “ kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM Asahan, Sabar Sembiring kepada MedanBisnis, Jumat (1/10) di gedung dinas setempat.

Sabar yang didampingi Kepala Bagian UKM, Raden Suhartono mengatakan, lancarnya pengembalian dana bergulir tersebut, karena kesadaran para pemohon cukup tinggi.

Terlebih Dinas Koperasi telah menerapkan sistem perjanjian, di antaranya pemohon harus memiliki agunan surat tanah, bila tidak memiliknya dinas tidak akan menyalurkan dana tersebut.

“Kalau mau dapat dana tersebut, pemohon harus ada agunan, kemudian memiliki usaha yang sudah berjalan minimal dua tahun, surat keterangan berusaha dan keterangan lainnya. Hal ini kita lakukan untuk menghindari tuduhan penyaluran fiktif,” jelasnya seraya mengakui memang ada beberapa UKM yang tersendat pengembalianya.

Ditahun 2011, pihaknya akan mengajukan rencana penambahan anggaran ke APBD untuk UKM sebesar Rp 1,5 miliar. Sebab, hingga tahun 2010, Dinas hanya dapat membantu 328 UKM untuk pengembangan usaha dan produksi, sedangkan menurut data Asahan, UKM Asahan sebanyak 3.000 lebih.

“Masih banyak UKM yang memohon bantuan, namun kami hanya bisa melayani ratusan UKM saja. Kami terkendala kekurangan anggaran. Untuk tahun depan kami mengusulkan penambahan anggaran,” kata Sembiring.

Sementara Raden menjelaskan, dana yang disalurkan kepada UKM berkisar antara Rp 5 juta hingga Rp 20 juta. Sebelum menerima dana tersebut, pihak Dinas akan mensurvai kondisi usaha pemohon.

“Kita mau lihat secara langsung, apakah pemohon dapat mengembalikan dana yang disalurkan atau tidak,” ujar Raden seraya mengatakan usaha yang dominan meminjam adalah sektor perdagangan.

Selengkapnya...

Perpustakaan Asahan Launching Program Wisata Baca


Sumatera Utara Jumat, 08 Okt 2010 12:19 WIB, indra sikoembang

MedanBisnis – Kisaran. Perpustakaan Kabupaten Asahan terus membuat program baru untuk meningkatkan minat baca generasi bangsa di daerah tersebut. Salah satu upaya yang dilakukan adalah me-launching (mengukuhkan dan merumuskan) program Wisata Baca untuk para pelajar sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI).



"Hari ini merupakan peluncuran pertama progaram wisata baca buat para pelajar," kata Kepala Kantor Perpustakan Asahan, Supriyanto kepada MedanBisnis, Kamis (7/10) di gedung perpustakaan setempat.

Supriyanto menjelaskan, bahwa konsep wisata baca tersebut akan dikunjungi oleh para pelajar SD dan MI sebanyak 40 orang per kecamatan. Kunjungan dijadwalkan setiap hari Selasa, Kamis dan Sabtu yang dimulai pukul 09.00 WIB hingga 12.00 WIB.

"Kita sudah susun daftar sekolah mana saja yang akan mengunjungi wisata baca Perpustakaan Asahan. Namun, hingga saat ini perpustakan hanya dapat melayani lima kecamatan, di antaranya kecamatan Kisaran Barat, Timur, Air Joman, Meranti dan Pulo Bandring," kata Supriyanto.

Dalam wisata baca tersebut, kata Supriyanto, anak-anak akan diperkenalakan perpustakaan, mulai dari tujuanya hingga makna keberadan perpustakaan. Kemudian, katanya, anak-anak diajak untuk membaca buku di dalam ruangan baca yang telah tersedia.

Setelah itu pihak perpusatakaan mengajari anak-anak cara untuk mengakses internet. Sebab, perpusatakaan tersebut memiliki ruang khusus internet. Terakhir, anak-anak diajak berwisata ke ruang theater atau ruang pemutaran film dan dokumenter. Di ruang tersebut, anak -anak akan menyaksikan film-film Indonesia serta film dokumenter.

"Semua kegiatan ini, sekaligus mengkampanyekan program gemar membaca kepada generasi muda bangsa dan memberikan nuansa belajar yang baru. Wisata baca juga menwujudkan program Pemkab Asahan yakni mewujudkan masyarakat yang cerdas yang merupakan visi Bupati Asahan," ujar Supriyanto.

Sementara itu, salah seorang pelajar SD Sri Wahyuni mengatakan, wisata baca tersebut sangat menyenakan dan memberikan ilmu pengetahuan yang baru, khususnya mengakses internet. "Wisata baca ini sangat asyik, apalagi kami disuguhi nonton film yang berjudul Merah Putih dengan layar lebar dan ditambah lagi kami diajari mengakses internet," ungkap Sri

Selengkapnya...

Taufan Gama Buka Diri untuk Dikritisi


Sumatera Utara Selasa, 28 Sep 2010 12:11 WIB, indra sikoembang

MedanBisnis – Kisaran. Bupati Asahan Taufan Gama Simatupang membuka diri kepada para mahasiswa dan masyarakat lainnya untuk dikritisi segala kebijakan yang dibuatnya. Sebab, diakui, kritik tersebut sebagai pertanda masyarakat Asahan masih sayang kepada pimpinannya.



“Saya tidak elergi dengan demo, malah saya sangat mengaharapkan mendapat kritikan dari mahasiswa dan elemen lainya, apakah saya sudah benar atau malah saya salah, silahkan kritisi,” kata Taufan, Senin (27/9) di halaman sepak bola Universitas Asahan (UNA) saat menghadiri penutupan orientasi pendidikan (Ordik) mahasiswa UNA.

Taufan menilai kritikan yang didapat oleh seorang pemimpin merupakan teguran dari masyarakat. Artinya, elemen masyarakat ataupun mahasiswa masih sayang dengan pemimpinnya, agar pemimpinnya tidak keliru saat menjalankan roda pemerintah ataupun saat mengambil kebijakan. “Bila memang saya salah menjalankan pemerintah ini, saya siap mengeluarkan pernyataan maaf kepada masyarakat,” sebut Taufan.

Namun, kata Taufan, sebelum mendemo atau mengritisi pemerintah Asahan, para pendemo harus menyiapkan segala fakta atau bukti-bukti kesalahan yang dilakukan. “Kalau mau berhadapan dengan saya, harus siapkan dengan konsepnya serta dengan bukti-bukti, jangan issue yang didengar dipertanyakan kepada saya,” ujar Taufan, seraya mengatakan bahwa Bupati Asahan akan memberikan keadilan informasi kepada seluruh elemen masyarakat dan meminta kepada mahasiswa untuk tidak menjadi mahasiswa bayaran untuk melakukan demontrasi ataupun kritikan.

Taufan berharap, pelaksanan ordik yang dilakukan panitia dapat memberikan dampak positif terhadap pemahaman dan pengetahuan mahasiswa tentang situasi kampus serta memiliki rasa tanggung jawab terhadap almamater. Sehingga mahasiswa tersebut dapat memelihara nama baik universitas. “Tampillah sebagai mahasiswa yang bertanggung jawab dan memiliki komitmen yang tinggi,” kata Taufan di hadapn para civitas akademika UNA.

Selengkapnya...

Kapolres Asahan Diminta Berantas Gudang CPO Ilegal

Sumatera Utara Senin, 27 Sep 2010 12:05 WIB, indra sikoembang

MedanBisnis – Kisaran. Para sopir tangki pengangkut crude palm oil (CPO) meminta kepada pihak kepolisian (Kapolres Asahan) untuk bertindak tegas memberantas penadah CPO ilegal yang selalu menyetop mobil tangki pembawa CPO. Sebab, para sopir tidak merasa nyaman melintas di daerah tersebut.



Maraknya keberadaan gudang CPO di sepanjang jalan lintas Sumatera (Jalinsum) Indrapura - Asahan, membuat para supir tangki pengangkut CPO semangkin was-was melintasi jalan tersebut. Pasalnya, para penadah CPO ilegal tersebut tidak segan-segan berbuat kasar terhadap para supir yang tidak mau "kencing" (mengeluarkan CPO) ke tempat penadah CPO ilegal tersebut.

Salah seorang supir bernama Yono (43) pengangkut CPO mengatakan, belakangan ini para supir tangki pengangkut CPO semangkin takut melintas di Jalinsum dari Indrapura sampai Air Batu. Karena penadah CPO tidak segan-segan berbuat kasar apabila mereka tidak mau "kencing". "Kami berharap pihak kepolisian dapat segera menertibkan praktik ini, agar kami bisa aman melakukan pekerjaan kami," sebut Yono, Minggu (26/9).

Beberapa titik penadah CPO illegal yang berada di lingkungan wilayah hukum Kapolres Asahan, yakni Dusun XIII, Desa Perkebunan Sei Balai, Kecamatan Sei Balai, Kabupaten Batubara. Desa Sei Balai, Kecamatan Sei Balai, Batubara, Desa Binjai Barat, Kecamatan Talawi, Batubara. kemudian, Desa Antara, Kecamatan Lima Puluh, Batubara, Desa Klembis, Kecamatan Air Putih, Batubara, dan beberapa titik di Kecamatan Air Batu lainya.

Nasib para sopir, kata Yono, akan terus terjepit. Pasalnya, para mandor pengangkut CPO sebelum berangkat membawa CPO yang melintasi jalan jalinsum Indrapura menuju Air Batu, mereka sudah diberi utangan terlebih dahulu. Sehingga, mereka mau tidak mau harus setor CPO yang mereka bawa kepada para penadah CPO ilegal yang beroperasi di sepanjang jalinsum tersebut.

Selengkapnya...

Anggaran Jamkesmas Asahan Rp 2,6 Miliar

Finansial Sabtu, 25 Sep 2010 10:46 WIB, indra sikoembang

MedanBisnis – Kisaran. Alokasi anggaran untuk pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat miskin atau sering disebut program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) di daerah kabupaten Asahan untuk tahun anggaran direncanakan sebesar Rp 2,6 miliar.



“Kita akan mengusulkan anggran Jamkesmas Asahan untuk 2011 sebesar Rp 2,6 miliar,” kata kepala dinas Kesehatan Asahan, drg Habinsaran kepada MedanBisnis, Jumat (24/9) di gedung dinkes setempat.

Habinsaran yang juga bertanggung jawab persolan Jamkesmas tersebut mengatakan, anggaran yang diusulkan meningkat dari tahun 2010 sebesar Rp 1 miliar.

Meningkatnya anggaran jamkesmas, karena jumlah masyarakat miskin diperhitungkan terus bertambah.

Anggaran tersebut juga termasuk gaji tim verifikasi Jamkesmas dan pelayanan terhadap peserta jamkesmas Asahan telah ditunjuk menjadi dua rumah sakit yakni, RSU Abdul Manan Simatupang dan RSU Ibu Kartini.

“Kedua RSU ini siap melayani peserta Jamkesmas, meskipun RSU Ibu Kartini baru saja bergabung, namun RSU tersebut sangat pas ditunjuk sebagai provider pelayan kepesertaan jamkesmas, “ ujar Habinsaran.

Bila disahkan, Habinsaran berharap anggaran tersebut diletakkan di dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA), agar anggaran jamkesmas tersebut aman digunakan.

“Baiknya anggaran tersebut diletakkan di DPPKA, sehingga setiap RSU yang mengklaim, silahkan ke DPPKA,” ujarnya seraya berharap usulan anggran tersebut dapat disahkan.
Manager RSU Ibu Kartini, Aizil Rivai mengatakan, pihaknya siap menjalankan amanah untuk melayani peserta Jamkesmas sebaik-baiknya. “Kami akan pegang teguh amanah ini, demi memberikan pelayanan yang baik kepada pasien Jamkesmas. Ke depan juga kami akan mencoba menghilangkan image buruk tehadap pelayanan pasien jamkesmas yang selama ini dinilai kurang baik,” janji Aizil.
Selengkapnya...

Kapolres Asahan: Jangan Cari Kesalahan Masyarakat


Sumatera Utara Jumat, 24 Sep 2010 12:47 WIB, indra sikoembang
HUT Polantas Asahan
MedanBisnis – Kisaran. Kapolres Asahan AKBP J Didiek Dwi Priantono meminta kepada seluruh jajaran Satuan Polantas untuk tidak mencari-cari kesalahan masyarakat dalam berlalulintas. Akan tetapi, personel Polantas yang sudah berusia 55 tahun harus profesional menjalankan tugasnya.



"Di usia yang sangat matang ini, saya meminta satuan lalulintas harus lebih profesional melayani masyarakat. Personel Polantas jangan lagi mencari-cari kesalahan mayarakat," kata Didiek saat menghadiri acara HUT Polantas, Kamis (23/9) di gedung Lantas setempat.

Saat ini, kata Didiek, masyarakat ingin diawasi dalam berlalulintas. Artinya, setiap personel satuan lalulintas bekerja harus senantiasa di lapangan untuk mengawasi masyarakat di jalan raya. "Setiap personel harus berada di lapangan, karena masyarakat ingin diawasi," sebut Didiek.

Didiek juga meminta satuan lalulintas harus lebih dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Sehingga, katanya, tidak ada lagi komplain dari masyarakat terhadap satuan lalulintas.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Asahan AKP Budi Hedrawan mengatakan, mulai tanggal 23 September hingga 6 Oktober 2010, pihak Polantas akan melakukan teguran simpati kepada masyarakat yang melakukan kesalahan lalulintas. "Kita hanya melakukan teguran simpati aja, namun bila dinilai kesalahan tersebut dapat mengakibatkan kecelakaan, maka kami akan menindak langsung," ujar Budi.

Acara HUT Polantas tersebut dirangkai dengan pemotongan tumpeng dan tumpeng diberikan kepada personel lantas yang tertua Brigadir N Sipahutar dan termuda Briptu Erni Butar-butar. Kemudian, menyantuni anak yatim piatu, para tukang becak dan bakti sosial, gotong-royong membersihkan rumah ibadah.

Selengkapnya...

Kamis, 20 Januari 2011

Indra Sikoembang

Menteri Keuangan (Menkeu) Agus Martowardojo menyatakan jika memang vonis yang dijatuhkan ke Gayus Tambunan dirasakan terlalu ringan, maka silakan banding.
Menurutnya, kasus Gayus tentu saja membuat buruk nama Ditjen Pajak. Namun dirinya menilai semua yang diputuskan di pengadilan akan diikuti. Jika memang jaksa merasa keberatan, maka bisa naik banding.

"Vonis Gayus kan dilakukan di media pengadilan. Kita menghormati keputusan itu, bahwa nanti jaksanya mau banding tentu sesuai dengan kewenangannya," ujar Agus, kala ditemui usai pelantikan pejabat eselon I dan II di Gedung Djuanda Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (21/1/2011).

Agus menambahkan, yang terpenting adalah keputusan yang diambil juga dianggap adil oleh masyarakat. "Apapun keputusannya kita hormati, tapi yang paling utama adalah yang mempunyai keberadilan, dianggap adil oleh masyarakat," tambahnya.

Namun jika pada kenyataannya masayarakat tidak puas, ini merupakan koreksi bagi lembaga peradilan. "Kalau masyarakat tidak puas, tentu merupakan koreksi bagi lembaga peradilan," jelas Agus
Selengkapnya...

Kamis, 09 Desember 2010

Harga Cabai Merah di Asahan Turun ke Titik Terendah

indra sikoembang

Kisaran. Usai bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri, harga cabai merah di pasar-pasar tradisional di Kota Kisaran, Kabupaten Asahan, mulai turun hingga ke titik terendah atau anjlok. Hal ini disebabkan pasokan cabai merah ke daerah tersebut melimpah
Harga cabai merah tersebut berkisar Rp 8.000 hingga Rp 10.000/kg, karena usai Idul Fitri dan Ramadhan permintaan masyarakat terhadap cabai merah dinilai masih rendah, disebabkan pada saat Ramadhan lalu harga cabai melambung tinggi sekitar Rp 40.000 hingga Rp 60.000/kg dan permintaan cukup tinggi.

“Kenaikan harga cabai merah mulai di pertengahan Ramadhan, namun beberapa hari menjelang Lebaran turun lagi hingga titik terendah, yakni Rp 10.000/kg,” demikian kata seorang pedagang cabai di pasar tradisonal Kota Kisaran, Maria br Sihombing, kepada MedanBisnis, Minggu (19/9), sembari mengatakan bahwa para pedagang tidak menyangka harga cabai turun hingga titik paling terendah.

Mengenai kapan harga cabai akan stabil, Maria mengatakan, pihaknya tidak mengetahui, namun biasanya harga stabil sekitar dua hingga tiga bulan ke depan atau ketika pasokan cabai merah mulai kurang.

“Kami berharap harga cabai secepatnya normal kembali,” ujar Maria.

Sementara itu, seorang ibu rumah tangga, Saroh, mengatakan, dengan turunnya harga cabai merah dapat membantu kebutuhan belanja rumah tangga. Artinya biaya beli cabai merah yang selama ini cukup besar, saat ini dapat dibelikan bahan pokok lainya.

“Turunya harga cabai sangat membantu anggran belanja rumah tangga, kita bisa beli bahan pokok lainya,” ujar Saroh, saat membeli cabai merah di pasar tradisional Kota Kisaran. (Indra sikoembang)

Selengkapnya...

Jumat, 03 September 2010

Pelantikan Bupati Asahan terpilih, Gubsu : Asahan Harus Lebih Maju


indra sikoembang

Gubernur Sumtera Utara, Syamsul Arifin mengatakan kabupaten Asahan harus lebih maju dari kabupaten lainya, karena masyarakat Asahan berharap daerah Asahan kedepan yang saat ini dipimpin oleh Taufan Gama Simatupang dan Surya memiliki kemajuan pembagunan.

“ Saya melihat, Asahan saat lebih maju dan kedepan harus lebih maju, “ demikian sambutan Gubsu, Syamsul Arifin pada acara pelantikan Bupati dan wakil Bupati Asahan di gedung DPRD Asahan, Kamis sore, (19/8).

Alasan penilai tersebut kata Syamsul, bahwa banyak orang-orang asal Asahan yang sukses dan berhasil. “ Dulu ada mantang sekda propinsi yang berasal dari Asahan yakni bernama Simatupang dan Zulfirman yang sukses di Asahan dan banyak orang-orang Asahan yang sukses di Sumut, “ sebut Syamsul.

Syamsul juga berharap dengan kota kenangannya kota Kisaran untuk menjaga lubung pangan di Asahan dan Batubara, jangan lubung pangan yang sudah ada dialih fungsikan. “ Asahan dan Batubar jangan mengalihkan persawahan menjadi lahan yang lainya, karena saya ketahui Asahan adalah lubung pangan, “ harap Syamsul.

Begitu juga, Asahan mempunyai peran strategis dan signifikan dalam mendukung perekonomian nasional, terutama dari sektor perkebunan, pertanian, dan perikanan. Gubernur juga menekankan periode 5 tahun kedepan hendaknya betul-betul dijalankan untuk mengabdi kepada masyarakat dan menjaga amanah yang Acara pelantikan yang berjalan dengan tertib dan lancar tersebut mendapat perhatian dari masyarakat luas dan memang sudah sangat dinantikan oleh masyarakat Asahan. Hal ini terlihat dari banyaknya masyarakat yang hadir di gedung DPRD Kab. Asahan, untuk melihat pelantikan Bupati baru mereka yang pada Pemilukada yang lalu memperoleh total perolehan suara sah 121.241 atau 39,04 persen.

Syamsul juga menilai bahwa Taufan Gama Simatupang memiliki energi yang cukup serta memiliki pengalaman, apalgi Taufan adalah mantan sebagai wakil Bupati Asahan periode lalu, ditambah dengan Surya yang memiliki pengalaman sebgai ketua DPRD Batubara. “ Saya yakin keduanya dapat menyatukan pengalamanya untuk membagun Asahan kedepan, “ terang Syamsul dengan gaya bayolannya, seraya meminta kepada istri untuk mendampingi suami, agar bekerja lebih baik lagi.

Begitu juga Syamsul mengucapkan terimakasih kepada mantan Bupati Asahan Risuddin yang telah mengabdi serta membangun Asahan selama dua priode. “ Saya menilai Risuddin memimpin Asahan selama dua periode ini, cukup baik dan saya berikan apresiasi, “ ujar Syamsul.

Sebelumnya, acara pelantikan yang dilakukan dalam cara rapat paripurna istimewa DPRD dengan agenda pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan Bupati dan Wakil Bupati tersebut diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan pembukaan rapat paripurna oleh Ketua DPRD Kab. Asahan , pembacaan keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor : 131.10-330 Tahun 2010 tentang pengesahan pemberhentian dan pengangkatan Bupati Asahan yang dibacakan oleh Kepala Biro Otonomi Daerah Setdaprop.

Sumatera Utara, pengambilan sumpah jabatan oleh Gubernur Sumatera Utara atas nama Presiden RI, penandatanganan naskah berita acara pengambilan sumpah, pengucapan kata-kata pelantikan yang dilanjutkan dengan penandatanganan naskah surat pernyataan pelantikan oleh Gubernur, pemasangan tanda pangkat dan penyematan tanda jabatan, selanjutnya penandatanganan berita acara serah jabatan, dan penyerahan memori serah terima jabatan.

Caption : Gubernur Sumatera Utara, Syamsul Arifin SE saat menyematkan tanda pangkat sebagai Bupati Asahan kepada Taufan Gama Simatupang MAP di gedung DPRD Asahan, Kamis (19/8). (MedanBIsnis/Indra sikoembang)
Selengkapnya...

Bakohumas Harus Profesional dan Inovasi


indra sikoembang

Mengingat dengan adanya tuntutan informasi dan komunikasi dalam berbagai segi kehidupan berbangsa dan bernegara yang terus diteriakan semakin deras, maka diharapkan kedepan badan koordinasi humas pemerintah (Bakohumas) harus mampu semakin profesional dan memiliki inovasi dalam mengemban tugas dan funsinya.

Harapan tersebut diminta, karena dalam era keterbukaan dan transparansi setiap kebijikan publik tidak bisa hanya disodorkan begitu saja kepada masyarakat yang saat ini tingkat kecerdasan maupun daya kritisnya sudah semakin tinggi.

“ Bakohumas kedepan tentunya harus lebih profesional dan berinovasi dalam mengemas informasi ke masyarakat, “ demikian sambutan Gubernur Sumatera Utara yang dibacakan oleh Kabid PUHK Dinas Kominfo Propsu, Denny Simamora dalam acara rapat koordinasi daerah kominfo dengan jajaran kabupaten Asahan di hotel Bumi Asahan, Selasa (3/8).

Tuntutan bakohumas harus lebih profesional, karena humas dinilai memiliki peran yang penting serta strategis untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terhadap setiap kebijakan publik maupun agenda nasional yang dilakukan pemerintah, sekaligus dapat memberikan umpan balik terhadap kebijakan tersebut. “ Karena dinilai peran humas dalam menyampaikan informasi sangat stratrgis, maka humas harus lebih profesional dalam menyajikan informasi, agar informasi yang diberikan dapat tersosilisasi kepada masyarakat tentang opini publik yang konstruktif, “ ujar Simamora.

Tuntutan tersebut, juga disampaikan Bupati Asahan yang diwakili oleh asisten III Pemkab Asahan, M Salim juga mengatakan peran humas harus mampu membagun opini publik yang konstruktif dengan membina hubungan yang harmonis di tengah masyarakat dengan menginformasikan hal-hal yang objektif. “ Kita berharap dengan digelarnya rapat ini, bakohumas Asahan mampu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman dalam mengimplementasikan UU tentang keterbukaan informasi publik, “ sebut Salim seraya mengatakan kehadiran media cetak dan elektronik sangat membantu pemerintah dalam menyebarluaskan informasi daerah.

Rapat koordinasi tersebut dirangkai dengan diskusi tentang bakohumas yang diisi oleh 2 nara sumber, yakni kepala bidang pendapat umum dan hubungan kelembagaan dinas kominfo propsu, Denny Simamora dengan topik Undang-Undang no 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi dan Dewan Kehormatan Daeran PWI Sumut, Nurhalim Tanjung yang menyampaikan materi tentang undang-undang no 40 tahun 1999 tentang pers dan kode etik jurnalis. “ Aturan ini kita sampaikan, agar pihak bakohumas dapat memberikan informasi yang akurat serta dapat melayani wartawan yang menjalankan profesinya, “ sebut Nurhalim kepada MedanBisnis, hal senada juga dikatakan oleh kepala bagian humas Pemkab Asahan, Rahmat Hidayat Siregar.

Caption : dua nara sumber, yakni Nurhalim Tanjung dan Denny Simamora yang didampingi oleh kasubag pengumpulan informasi dan pemberitaan Humas Pemkab Asahan, Yasser Abdilah SSTP saat menyampaikan UU no 14 tahun 2008 dan UU no 40 tahun 1999, di hotel Bumi Asahan, Selasa (3/8) (MedanBIsnis/indasikoembang)
Selengkapnya...

Pengusaha Diminta Karet Pengaman Tabung Elpiji Harus SNI


indra sikoembang

Pengawsaan terhadap tabung elpiji ukuran 3 kg yang beredar di masyarakat terus menjadi perhatian, bahkan selain tabung, pengawasan diarahkan kepada kompone yang menempel di tabung gas tersebut, yakni karet tabung

Komponen tersebut diantaranya karet pengaman (rubber seal) yang disinyalir beredar di tengah-tengah masyarakat masih belum sesuai standart. “ Kita mensinyalir karet pengaman yang ada ditabung elpiji 3 kg masih banyak yang tidak standart, maka kita meminta pengusaha pengisian elpiji harus memasang karet tersebut yang berstandart, bukan yang palsu, “ demikian kata Kepala Bagian Ekonomi Pemkab Asahan, Syarief kepada MedanBisnis, Selasa (3/8) di gedung pemkab setempat.

Permintaan tersebut dilakukan, kata Syarief berdasarkan hasil monitoring tim ke di Stasiun Pengisian dan Pendistribusian Bulk Elpiji (SPPBE) milik PT Sinar Mulia Muara Sentosa (SMMS) Asahan, dari monitoring tim mencoba mempertanyakan tentang kondisi karet pengaman kepada pemilik SPPBE, namun pemilik SPPBE tidak mengetahui apakah karet tersebut standart atau tidak, bahkan karet pengaman yang melekat ditabung gas tersebut diperoleh bukan dari PT Pertamina. “ Dari keterangan pemilik SPPBE, bahwa karet tidak dibeli dari Pertamina, nah inikan sesuatu hal yang membahayakan penguna elpiji, karena karet pengaman diperoleh dari tempat yang tidak jelas, “ terang Syarief.

Syarief menjelaskan, salah satu penyebab terjadinya tabung gas meledak di tengah masyarakat, diantarnya karena karet pengamannya tabung rusak atau karet pengamanya palsu, sehingga menyebabkan isi gas dari tabung keluar. “ Kalau isi gasnya keluar kita ketahui, mungkin dapat kita antisipasi, namun bila isi gas tersebut keluar tidak kita ketahui melalui karet pengaman, maka yang terjadi seperti yang kita lohat di TV, “ ujar Syarief.

Permintaan tersebut juga dikatakan oleh anggota komisi B DPRD Asahan Abdul Kholik mengatakan pihak pengusaha harus betul-betul memperhatikan karet pengaman tabung, karena bila tidak diperhatikan kwalitas karet atau tidak standart, maka yang akan dirugikan adalah masyarakat. “ Sangat diperhatikanlah karet pengaman ini oleh pengusaha, karena pintu masuk dan keluar gas melalui bantuan karet tersebut, jangan pengusaha mau cari untung saja, namun orang lain dirugikan, “ tegas Kholik.

Sementara itu, pemilik SPPBE SMMS yang melayani tiga kabupaten (Asahan, Batu Bara dan Tanjung Balai) Andi Cokro mengatakan bahwa karet pengaman tabung elpiji 3 kg yang dimilikinya untuk menggantikan karet pengaman yang rusak atau hilang diperolehnya dari pihak Pertamina. “ Kita beli dari Pertamina, karena karet tersebut tidak ada dijual dipasaran, “ sebut Andi kepada MedanBisnis melalui fia telepon, sembari mengatakan bahwa kerusakan karet pengaman tabung harus ditanggunglangi sendiri.

Caption : Seorang petugas menyusun tabung elpiji 3 kg yang masih kosong untuk di isi gas disebuah SPPBE di Asahan. (MedanBisnis/indrasikoembang)
Selengkapnya...

Polres Asahan Dapat Bantuan Dari Austarlia


indra sikoembang

Polres Asahan mendapat bantuan dari Australian Federal Police (AFP) berupa sarana untuk penyidikan dalam mengamankan Imigran gelap asal Afganistan, karena selama ini Polres Asahan selalu mendapat mengamankan imigran gelap tersebut.

Bantuan tersebut diserahkan oleh Perwakilan AFP Inspektur Stev Cook didampingi Administrative and Investigation Assistant, Merry Than, dan diterima langsung oleh Kapolres Asahan, AKBP Mashudi, didampimgi Kabag Binamitra, Kompol Zulfikar, Kabag Ops, AKP Faisal Napitupulu, serta Kasat Reskrim, AKP Sony M Nugroho.

“ Bantuan tersebut langsung diterima oleh Kapolres berupa kamera digital, teropong, mesin printer, dan alat mengidentifikasi sidik jari dan benda lainnya yang berguna untuk memudahkan penyidikan, “ demikian kata Kabag Binamitra Polres Asahan, Kompol Zulfikar kepada MedanBIsnis, Jumat (30/7) di polres setempat.

Kata Zulfikar bahwa kedatangan AFP ke Polres Asahan pada hari Kamis (29/7) yang juga memberikan bantuan diucapkan terima kasih. “ Kapolres mengucapkan terimakasih kepada AFP, namun pada dasarnya mengamankan para imigran gelap adalah merupakan tugas wajib polisi untuk menjaga ketertiban masyarakat, “ ujar Zulfikar.

Caption : Kapolres Asahan, AKBP Mashudi saat menerima bantuan dari AFP yang diserahkan oleh Inspektur Stev Cook. (MedanBisnis/indrasikoembang)
Selengkapnya...

Satlantas Polres Asahan Gelar Klik Byar


indra sikoembang

Untuk mengoptimalkan peraturan Lalu lintas, jajaran Satlantas Polres Asahan menggelar program Klik Byar (start Lampu langsung nyala) kepada ratusan sepeda(SP) motor, becak motor (Becak) milik masyarakat serta kenderaan milik petugas Satlantas Asahan.

Program klik byar tersebut bertujuan untuk mensosialisasikan undang-unadang lalu lintas nomor 22 tahun 2009 pasal 293 tentang menghidupkan lampu di siang hari, dalam ayat 2 menyebutkan, setiap orang yang mengemudikan sepeda motor di jalan tanpa menyalakan lampu utama pada siang hari sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 ayat (2) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 15 (lima belas) hari atau denda paling banyak Rp100 ribu, begitu juga dengan ayat 2 yang menyatakan menyalakan lampu utama pada malam hari.

“ Dengan klik byar tersebut dipasangkan ke setiap kenderaan bermotor yang kita lakuan secara gratis, maka secara otomatis lampu kenderaan tersebut langsung menyala, “ demikian kata Kasat Lantas Polres Asahan, AKP M Budi Hendrawan kepada MedanBIsnis, Kamis (29/7) di gedung Satlantas setempat.

Selain melakukan program Klik Byar tersebut, pihak Satlantas juga merangkai kegiatan dengan melakukan kegiatan sosialisasi terhadap kesadaran berlalu lintas seperti penggunaan helm Standart Nasional Indonesia (SNI) serta penegasan terkait kelengkapan pengendara dan kelengkapan sepeda motor lainnya kepada masing-masing pemilik kenderaan. Pemasangan klik byar diawali dari seluruh kenderaan milik petugas Satlantas Polres Asahan, agar kenderan petugas sebagai contoh melaksanakan Undang-undang lalu lintas tersebut.

" Kepada setiap pemilik motor, kita berikan arahan tentang UU lalu lintas, karean menyalakan lampu pada siang hari sudah terbukti efektif dalam upaya mengurangi risiko rentan kecelakaan, “ sebut Budi seraya berharap kedepan program kegiatan Klik Byar tersebut dapat sukses di Asahan dan masyarakat dapat sadar pentingnya UU lalu lintas tersebut.

Caption : Seorang teknis saat memperbaiki sepeda motor milik petugas Satlantas Polres Asahan, agar sepeda motornya saat dinyalakan lampu utama langsung hidup “ Klik Byar”. (MedanBIsnis/Indrasikoembang)
Selengkapnya...

Tim Monitoring Elpiji Asahan Temukan Tabung Tidak Standrat


indra sikoembang

Tim monitoring Elpiji 3 Kilogram Asahan menemukan tabung elpiji ukuran 3 kilogram yang diduga tidak standart di Stasiun Pengisian dan Pendistribusian Bulk Elpiji (SPPBE) milik PT Sinar Mulia Muara Sentosa (SMMS) Asahan.

Temuan tersebut diperoleh oleh tim yang terdiri dari Komisi B DPRD Asahan, Pemkab Asahan, Kepolisian, UPT Meteorologi, serta Lembaga Syadaya Masyarakat (LSM) saat melakukan monitoring secara mendadak di SPPBE tersebut, hal ini dilakukan untuk mengatisipasi kejadian tabung elpiji yang dikatakan marak meledak di masyarakat.

“ Kita menemukan beberapa tabung yang memiliki berat kurang dari 5 kg, artinya tabung tersebut tidak standar nasional Indonesia (SNI), pasalnya informasi yang diterima berat seharusnya 5 kg, tidak kurang dan tidak lebih, “ demikian kata Kepala Bagian Ekonomi Pemkab Asahan, Syarif kepada MedanBisnis, Rabu (28/7) di sela-sela monitoring bersama tim.

Tabung ukuran 3 kg yang ditemukan tim tersebut memiliki ukran yang bervariasi, diantaranya mulai dari ukuran 4,5 kg hingga 4,8 kg dan disinyalir tabung tersebut masih banyak tersedia di SPBBE PT SMMS. “ Kita menduga banyak tabung yang tidak standart di SPPBE ini, “ ujar Syarif.

Mengenai isi elpiji, Komisi B DPRD Asahan, Abdul Kholik dan Syahrial mengatakan bila tabung 3 kg tidak standart yang memiliki berat 4,5 hingga 4,8 kg, secara otomatis tabung elpiji tidak lagi memiliki berat sebesar 8 kg yang diterima masyarakat. “ Kalau berat tabung 4,5 kg diisi gas elpiji 3 kg, jumlahnya menjadi 7,5 kg, berarti tabung yang beredar dimasyarakat tidak lagi 8 kg dan apakah tabung tersebut asli atau tidak,” tanya Abdul Kholik.

Dari hasil monitoring tersebut, tim menghimbau kepada SPPBE untuk mengisi gas elpiji dengan sebenar-benarnya yakni 3 kg dan kepada pihak Pertamina diminta untuk menertibkan tabung yang tidak sesuai standart. “ SPPBE diminta harus jujur mengisi elpiji tersebut dan Pertamina diminta untuk menarik tabung yang tidak standart, “ minta Abdul Kholik yang mewakili tim.

Sementara itu saat dikonfirmasi MedanBisnis, SPPBE PT SMMS yang menditribusikan tabung setiap harinya ke Asahan sekitar ribuan tabung tersebut mengakui bahwa tabung yang diterimanya hampir semua tidak memiliki berat yang telah diterapkan pemerintah. “ Ya itulah tabung yang kami terima,namun ada juga yang pas 5 kg,” kata pemilik SPPBE PT SMMS, Andi Cokro, seraya mengatakan bahwa pihaknya tetap mengisi tabung tersebut untuk didistribusikan kemasyarakat.

Caption : Salah seorang petugas SPPBE PT Sinar Mulia Muara Sentosa Asahan sedang melakukan pengisian gas elpiji ke tabung ukuran 3 kilogram yang langsung di pantau oleh tim monitoring Elpiji 3 kg Pemkab Asahan, Rabu (28/7) (MedanBisnis/indrasikoembang)
Selengkapnya...

Tidak Ada Tempat Untuk Judi di Asahan


indra sikoembang

Sebuah komitmen yakni, tidak ada tempat untuk judi di Asahan ternyata dibuktikan oleh pihak Polres Asahan dengan menggulung 73 kasus judi dari berbagai jenis permainan seperti domino, kartu joker, dadu dan juga togel dengan 96 tersangka berhasil ditangani oleh Polres Asahan terhitung mulai bulan Juni dan Juli 2010.

Dari kasus tersebut Polres Asahan berhasil menyita barang bukti berupa 1 unit sepeda motor, 1 unit beca, 7 unit Hand Phone (HP), 11 buah pulpen, 11 lembar kertas rekap, 10 Blok Notes, 7 buah buku tafsir mimpi, 1 buah tas dan uang sebesar Rp 11 juta lebih, katu joker, domino serta barang bukti lainya.

“Semuanya akan kita proses dengan ketentuan yang berlaku, mereka akan kita kenakan pasal 303, “ungkap Kapolres Asahan AKBP. Mashudi pada sejumlah wartawan di halaman Mapolres Asahan termasuk MedanBisnis, Selasa (27/7).

Perang terhadap judi di Asahan, kata Mashudi akan terus dilakukan, apalgi dalam waktu dekat umat muslim akan melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan. “ Kami akan terus gulung 303, “ tegas Mashudi seraya berharap kepada masyarakat untuk tidak membeli atau main judi, secara otomatis keberadan 303 akan hilang, kareana tidak ada peminatnya.

Untuk memberantas judi ini, Mashudi mengatakan bahwa pihaknya akan terus menjalin kemitraan dengan berbagai elemen masyarakat dalam mewujudkan situasi Kamtibmas di wilayah hukumnya. “Kita terus melakukan pembinaan di tubuh Polri dan juga terus menjalin kemitraan dengan berbagai elemen masyarakat, “ sebut Mashudi sembari mengajak masyarakat untuk melaporkan ke polres Asahan, bila ada menemukan kegiatan judi.

Selain itu, Mashudi juga memaparkan jumlah kasus dari Januari sampai dengan Mei 2010 yaitu untuk Januari ada 32 kasus, Februari 23 kasus, Maret 32 kasus, April 27 kasus, Mei 33 kasus. “ Setiap bulan kita berhasil menindak kasus judi di Asahan, pokoknya tidak adalah tempat untuk judi, “ ujar Mashudi.

Caption : Kapolres Asahan, AKBP Mashudi (Pakaian biasa) didampingi waka polres Asahan, Kompol Sabilul Alif, Kabag Ops, AKP Faisal Napitupulu dan Kabag Binamitra, Kompol Zulfikar saat mengelar kasus pemberantasan Judi di Asahan, Selasa (27/7) di Polres setempat. (MedanBisnis/indrasikoembang)
Selengkapnya...

ATM Bank Sumut Akan Beroperasi di Kantor Bupati Asahan


indra sikoembang

Untuk memudahkan para Pegawai Negeri Sipil (PNS) di jajaran Pemerintah Daerah (Pemkab) Asahan dalam urusan penarikan gaji setiap bulanya, Bank Sumut menyediakan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di kantor Bupati Asahan.

“ Untuk memudahkan para PNS mengambil gaji di Bank Sumut, kami akan menyediakan ATM di Kantor Bupati, artinya pengambilan gaji dapat dilakukan melalui ATM, tanpa harus mengujungi kantor cabang Bank Sumut, “ demikian kata Kepala Bank Sumut cabang Kisaran kepada MedanBisnis, Senin (12/7) digedung bank setempat.

Amirin menjelaskan, bahwa ATM Bank Sumut memiliki berbagai layanan transaksi diantaranya, cek saldo, penarikan tunai, transfer antar bank di seluruh ATM Bank Sumut dan ATM Bersama, tarik tunai di ATM Bank Card di Malaysia, dapat digunakan untuk pembayaran tagihan telepon, pembelian voucher isi ulang, pembayaran tiket penerbangan dan beberapa layanan lainya, “ Kami berharap para penguna ATM Bank Sumut, khususnya para PNS dapat menarik gajinya dui ATM yang disedikan, “ sebut Amirin.

Dalam mengunakan ATM, Amirin menghimbau agar kartu ATM dijaga dengan baik, begitu juga dengan PIN ATM serta buku tabungan, karena bila terjadi penyalahgunaan terhadap ATM, Bank tidak bertanggung jawab atas kejadian tersebut. “ Diajagalah buku tabungan, kartu ATM serta PIN ATM dengan sebaik-baiknya, “ terang Amirin seraya mengatakan selain akan dioperasikan di Kantor Bupati Asahan, ATM Bank Sumut juga akan dioperasikan di kabupaten Batu Bara.

Selengkapnya...

indra sikoembang © 2008. Design by :Yanku Templates Sponsored by: Tutorial87 Commentcute