Marhaban Ya Ramadhan

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1435 H



Selasa, 27 April 2010

Polres Asahan Gelar Pasukan Pengamanan Pilkada


Indra sikoembang
Dalam rangka pengaman Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) 12 Mei 2010 mendatang, Polres Asahan mengelar apel pasukan pengamanan Pemilukada Asahan di lapangan Parasamya Kisaran, Jumat (23/4).


Apel kesiapan pengamanan tersebut dipimpin oleh inspektur upacara Kapolres Asahan AKBP Mashudi yang dihadiri Wakil Ketua DPRD Asahan, Arief Fansuri, Ketua DPRD Batubara, Selamat Arifin, Dandim 0208/AS, Letkol Inf Heri Christianto, Ketua PN Kisaran dan Tanjung Balai dan tujuh tim sukses pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Asahan.
Dalam arahan Kapolri yang dibacakan Kapolres Asahan mengharapkan kepada semua lapisan masyarakat dan tim sukses calon untuk bekerja keras mensukseskan pesta demokrasi tersebut. “ Mari kita bersama bulatkan tekad, rapatkan barisan, tingkatkan kesiapan, kewaspadaan dan lakukan antisipasi sedini mungkin demi terwujudnya pelaksanaan pemilukada secara aman, lancar dan damai, “ sebut Mashudi.
Kepada personil yang tergabung dalam satuan tugas pengamanan, Mashudi meminta agar mempedomani tugas pengamanan Pemilukada dan bekali diri dengan pengetahuan tentang tata cara dan bertindak yang berkaitan dengan pelaksanan Pemilukada sesuai dengan ketentuan dan arahan dari pimpinan.
“ Saya sangat berharap kepada seluruh personil untuk dapat memahami tugasnya masing-masing dan kepada Polri harus tetap menjaga kenetralitasan, baik dalam ucapan, sikap dan perbuatan tidak ada yang mengarah pada ketidak netralan, “ tegas Mashudi.
Acara gelar pasukan juga dirangkai dengan kesiapan Polri dalam mengamanakan calon pasangan Bupati dan Wakil Bupati dengan menggelar latihan pengamanan Pemilukada Asahan, latihan yang berupa simulasi pengamanan terhadap para pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Asahan tersebut bertujuan untuk mengetahui sejauhmana tingkat kesipan personil, sasaran dan prasarana pengamanan juga merupakan salah satu upaya untuk memberikan motivasi kepada seluruh personil, agar menjalankan tugasnya sesuai aturan.
“ Latihan pengaman bertujuan untuk mengamanakan seluruh pasangan calon selama berjalanya Pemilukada Asahan, serta untuk mengetahui sejauhmana kesiapan personil di jajaran Polres Asahan “ terang Mashudi
Pembacaan Ikrar Pemilu Damai
Tujuh tim sukses pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Asahan dalam acara apel pasukan Pengamanan Pilkada tersebut mengikrarkan pemilu damai yakni akan bersungguh-sungguh menaati semua peraturan pelaksanaan pemilukada, beritikad baik menciptakan pemilukada aman dan tertib, berjanji akan melaksanakan kampanye secara aman, terib dan damai, akan menyelesaikan persolan pemilukada dengan semangat kekeluargaan serta siap menerima hasil pemilukada sebagai suatu bentuk konsekuensi dari sebuah demokrasi politik.
Ikrar pemilu damai di ikrarkan masing-masing tim sukses serta menandatanggani ikrar tersebut, dari ketujuh tim sukses tersebut yakni tim sukses (Amir Syarifuddin- Rachamd), Suparman, (Bambang-Anas) Supardi, (Taufan-Surya) Sofyan Ismail, (Zaeni-Rito) Darmat Tarigan, (Syamsul-Adimulyono)Lokot Batubara, (Helmiati-Dahrun) Winarni, (Syahlan-Mansur) Halimah Marpaung.

Selengkapnya...

Minggu, 25 April 2010

14 Ranperda Pemkab Asahan Ditolak


Indra sikoembang

14 Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pemkab Asahan ditolak DPRD Asahan, pasalnya Ranperda tersebut belum berdasarkan peraturan pemerintah.



Penolakan 14 Ranperda tersebut dilakukan oleh delapan fraksi DPRD Asahan yakni Frkasi Golkar, Farksi Demokrat, fraksi PDI-P, Fraksi PPP, Fraksi PAN, fraksi Nurani Keadilan, fraksi PBR dan Fraksi Bersatu yang digelar pada pandangan umum fraksi dirapat paripurna DPRD Asahan, Kamis (22/4).

Dari delapn fraksi tersebut diantaranya, Juru bicara fraksi Demokrat (FD), Syarial mengatakan bahwa fraksi Demokrat belum bisa menerima Ranperda tersebut, pasalnya pemkab Asahan belum melengkapi dukomen kajian akademik, karena keberadaan dokumen diatur berdasarkan peraturan pemerintah no 16 tahun 2010 pasal 81 ayat 2 yang menyebutkan bahwa pada prinsipnya semua naskah peraturan daerah harus disertai naskah akademik.

“ Fraksi Demokrat, meminta kepada Pemkab Asahan dalam hal ini Bupati Asahan untuk dapat meyertakan kajian akademik 14 Ranperda tersebut, kalau belum dapat menyertakan dokumen kajian tersebut, maka kami belum dapat menerima ranperda yang diajuka oleh Bupati, “ tegas Syarial yang juga merupakan sekretaris FD DPRD Asahan.

Hal senada juga dikatakan oleh fraksi Nurani Keadilan (F.NK) yang disampaikan oleh Warisno, bahwa kelengkapan dokumen administrasi study akademis untuk menguatkan kualitas Ranperda tersebut, agar perda yang akan dilahirkan nantinya berkualitas.

“ Fraksi Nurani Keadilan belum bisa untuk melanjuti pembahasan Ranperda, sampai pihak eksekutif dapat melengkapi dokumen kajian akademis tersebut, “ tegas Warisno, begitu juga dengan 6 fraksi yang lainnya, masing-masing belum dapat menerima Ranperda tersebut.


Selengkapnya...

Jumat, 16 April 2010

16 Warga Afganistan Minta Suaka Politik


Indra sikoembang

Sebanyak 16 warga negara asing asal Afganistan ditemukan oleh pihak Polres Ashan saat melintas di Pasar Minggu Desa Lubuk Palas Kecamatan Silau Laut, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara meminta suaka politik akibat konflik yang terus berkepanjangan di negaran mereka.

Kapolres Asahan AKBP Mashudi melalui Kasat Intelkam AKP Asmara Jaya mengatakan 16 warga Afganistan yang ditemukan di Silau Laut pada Kamis dini hari (15/4) sekitar pukul 03.00 Wib, semuanya adalah laki-laki, mereka digiring ke Polres Asahan untuk dimintai keterangan, setelah itu diserahkan ke Kantor Imigrasi Tanjung Balai – Asahan yang berada di Kota Tanjung Balai. “Semua imigran gelap ini akan segera dilimpahkan ke Kantor Imigrasi di Tanjung Balai, “ demikian kata Asmara Jaya Kepada indra sikoembang, Kamis (15/4) di Polres setempat.

Asmara juga menjelaskan bahwa keenam belas imigran asal Afghanistan itu, transit dari Malaysia, dengan menggunakan perahu menuju Indonesia dan turun di Desa Sei Pematang Pasir Kecamatan Tanjung Balai. “Mereka turun dari aliran anak sungai di Desa Sei Pematang Pasir, “ sebut Asmara.

Selain keenam belas itu, juga diamankan dua orang masyarakat yang ikut mengiring 16 orang Afghanistan itu dan saat ini sedang dalam pemeriksaan Sat Reskrim Polres Asahan. “Ada dua orang yang mengiringi 16 orang Afghanistan telah dimankan dan saat ini masih dalam pemeriksaan Sat Reskrim”, ungkap Kasat lagi.

Dari hasil pemeriksaan sementara bahwa mereka, meninggalkan tanah air mereka karena dipicu
perperangan saudara yang terus menghantui hingga mencoba lari mencari suaka ke Negara lain. Biasanya tujuan mereka ke Australia, namun dengan manfaat jasa-jasa gelap akhirya mereka terdampat ke Indonesia dengan kondisi yang terlihat kumuh.

Sementara itu, salah seorang imigran, Ghulam Husaini dengan menggunakan bahasa Inggris mengatakan, mereka sebenarnya berasal dari provinsi berbeda-beda di Afganistan. Mereka terpaksa melarikan diri dari negaranya, melalui jalan laut karena tidak merasa aman dan mampu lagi untuk bertahan di negaranya akibat perang saudara yang terus berkecamuk. Mereka memilih Indoinesia untuk mencari perlindungan karena dinilainya Indonesia Negara yang aman. “Kami menilai negara ini Negara yang aman. Warga Negaranya baik-baik. Kami diperlakukan sangat baik di sini,” ujarnya.
Selengkapnya...

Kamis, 15 April 2010

Tujuh Pasang Calon Asahan Miliki Nomor Bertarung


Indra sikoembang

Ketujuh pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Asahan yang bertarung dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) 12 Mei 2010 mendatang, akhirnya memiliki nomor bertarung.



Pencabutan nomor tersebut, digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Asahan di gedung olah raga (GOR) Kisaran, proses pencabutan nomor dimulai dengan pengambilan nomor urut untuk mengambil nomor keberuntungan dengan mengunakan bola pimpong warna kuning, setelah itu masing-masing calon yang telah memiliki nomor urut, pengambilan bola pimpong berwarna putih berisikan nomor keberuntngan.

Taufan Gama Simatupang menyebutkan nomor urut 3 merupakan nomor rumah orang tuanya di kota Medan dan nomor tersebut juga merupakan insting dari istri Taufan dan Surya, begitu juga dengan pasangan calon nomor urut 4 yakni Irwan Zaini mengatakan nomor tersebut merupakan nomor keberuntungan, karena menurut insting nomor yang akan didapat yakni nomor 2 dan 4.

Dalam acara pencabutan nomor tersebut, Bupati Asahan yang diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Asahan, Erwin Syahrul Pane berharap kepada masing-masing calon dapat memberikan pendidikan politik yang baik dan benar kepada masyarakat dan senantiasa menciptakan situasi kondisi masyarakat yang kondusif, damai dan sejuk. “ Mari raih kemenangan secara elegan dan terhormat, “ ajak Erwin.

Sementara itu, Ketua Panitia Pengawas Pemilukada, Husaini Abduh mengingatkan kepada seluruh calon, agar mematuhi peraturan pelaksanaan Pemilu dan jangan melakukan pelanggaran yang telah digariskan oleh aturan. “ Mari kita wujudkan demokrasi yang baik di Asahan, “ sebut Husaini, hal senada juga Kapolres Asahan yang diwakili oleh Waka Polres Asahan, Kompol Sabilul Alif yakni berharap semua calon dapat bekerjasama untuk menjaga suasa kondusif dan Polri akan senantiasa menjaga kenetralitasan kepada semua calon serta siap mengamankan pelaksanaan pemilukada Asahan.

Ketua KPU Asahan, Edi Prayitno yang didampingi 4 KPUD lainnya menyatakan, dengan penetapan nomor urut, maka pihaknyatelah dapat menentukan posisi masing-masing pasangan pada kertas suara nantinya dan nomor tersebut sebagai tanda resmi untuk dipilih masyarakat. " Artinya nomor yang didapat calon akan langsung kami masukan dalam kertas suara, agar kertas suara dapat selesai di buat, “ sebut Edi kepada indra sikoembang, Rabu (14/4) di Gor Kisaran.

Selengkapnya...

Senin, 12 April 2010

PPL Asahan Diminta Bersikap Netral Jalani Tugas


Indra sikoembang

MdnBis-Kisaran

Sebanyak 204 Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) kabupaten Asahan diminta untuk bersikap netral dalam melaksanakan tugas pengawasan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Asahan.
Permintaan tersebut disampaikan Bupati Asahan yang diwakili oleh Asisten I Pemkab Asahan, Zulkarnaen dalam acara pelantikan PPL Asahan.

“ Kami minta PPL diposisi netral saat dalam mengawas pelaksanaan Pemilukada Asahan, “ kata Zulkarnaen, Jumat (9/4) diruang Melati Pemkab Asahan.

Zulkarnaen juga meminta PPL untuk proaktif serta profesional dalam jalani tugas, agar pemilukada Asahan dapat berjalan sukses, khususnya didaerah tugas masing-masing. “ Mari kita jaga kekondufipan Asahan yang selama ini selalu terjaga, “ sebut Zulkarnaen seraya mengucapkan selamat bertugas kepada seluruh PPL Asahan.

Selain Zulkarnaen, Wakil Ketua DPRD Asahan, Arief Fansuri juga berharap PPL menguasai tugas pokok dan fungsi pengawasan yang digariskan oleh peraturan perundang-undangan, agar dalam jalani tugas sebagai pengawas tidak menyimpang dari aturan yang ditetapkan, maka persiapkan diri sebaik mungkin untuk mengawasi proses persiapan pemiluakada di daerah masing-masing. “ Dalam pemilukada Asahan, PPL hanya dituntut untuk jalani tugas sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” terang Arief Fansuri.

Sementara itu Ketua Panwaslukada Asahan, Husaini Abduh yang melantik 204 PPL mengatakan pelantikan PPL tersebut dilakukan agar tugas pengawasan dapat dilakukan PPL di masing-masing tempat secara maksimal dan acara pelantikan juga dirangkai dengan pemberian bimbingan teknis (Bimtek), agar para PPL mengetahui fungsi dan tugasnya serta cara pelaporan kasus yang ditemukan. “ Pelantikan ini, artinya Panwaslukada Asahan siap untuk menjalankan tugas untuk mengawasi segala bentuk kecurangan dalam Pemilukada Asahan. “ terang Husaini kepada MedanBisnis.

Caption : Ketua Panwaslukada Asahan, Husaini Abduh saat melantik 204 Pengawas Pemilu Lapangan kabupaten Asahan di ruangan Pemkab Asahan, Jumat (9/4) (MdnBis/indrasikoembang)
Selengkapnya...

Humaidi Syamsuri Pane Ketua PKBI Sumut


Indra sikoembang
Humaidi Syamsuri Pane terpilih secara aklamasi menjadi ketua Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Sumatera Utara masa bakti 2010-2014 dalam musyawarah daerah (Musda) ke XII PKBI digelar di aula PKBI Sumut selama dua hari (9-10 April 2010).

Musda PKBI yang dikuti oleh delapan cabang PKBI tersebut dihadiri oleh Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Syamsul Arifin, pengurus harian nasional PKBI, dr Sarsanto Wibisono dan Muhddin serta unsur pengurus PKBI harian Sumut.
Dalam acara musda tersebut, Gubsu berjanji bahwa pemerintah propinsi Sumatera Utara (Pempropsu) akan membantu serta mendukung program-program dan kegiatan PKBI dalam menggalakan kembali program KB untuk upaya pencegahan baby booming. “ Saya berharap PKBI menjadi motor dalam pelayanan KB dan kesehatan reproduksi kedepan, dan pempropsu siap membantu PKBI, “ janji Gubsu dalam acara tersebut.
Humaidi yang terpilih menjadi nakhoda KB tersebut mengatakan bahwa visi PKBI kedepan adalah membawa PKBI menjadi organisasi yang kuat dan tangguh dalam memperjuangkan hak-hak keluarga berencana serta kesehatan. “ Saya akan bangun dan kembangkan sayap PKBI keseluruh cabang di Sumut, “ demikian kata Humaidi kepada indra sikoembang, Minggu (11/4) di Kisaran
Humaidi juga ketua cabang PKBI Asahan mengatakan akan membangun komitmen kepada seluruh multi pihak untuk mengembalikan kejayaan program KB di Sumut. “ Saya akan kerja sama dengan multi pihak dan berdayakan PKBI serta menumbuhkan PKBI yang baru didaerah yang belum memiliki cabang PKBI, “ ujar Humaidi seraya dalam satu bulan kedepan pihaknya akan menyusun pengurus yang baru, yang terdiri dari pengurus lama, pengurus cabang Siantar dan Langkat serta unsur youth (remaja).

Selengkapnya...

Minggu, 03 Januari 2010

Satpam Harus Pahami Manajemen Pengamanan

Daerah,31-12-2009
*indra sikoembang / meila
MedanBisnis – Kisaran

Para anggota satuan pengamanan (Satpam) untuk diharapkan memahami peraturan Kapolri Nomor 24 Tahun 2007 tentang Sistem Manajemen Pengamanan Organisasi, Perusahaan, Instansi Pemerintah. Tujuan untuk menyamakan persepsi dalam pembinaan profesi satuan pengamanan.
Hal tersebut disampaikan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri melalui Kapolres Asahan AKBP Mashudi pada acara HUT Satpam ke-29 di halaman Mapolres Asahan

“ Kapolri menyampaikan beberapa penekanan khusus kepada Satpam, diantarnya Satpam diminta pahami dan jabarkan sistem manejemen pengamanan,” kata Mashudi di hadapan komunitas security di Asahan, Rabu (30/12).
Satpam juga diharapkan meningkatkan kompetensi dan proposionalitas melalui penguasaan spesialisasi sesuai tantangan industrial security yang dihadapi, sehingga layanan pembinaan keamanan di lingkungan kerja dapat menjadi penjamin investasi bagi pelaku usaha dan industri. Kemudian Satpam juga diminta tingkatkan hubungan kemitraan dengan Polri secara profesional dan profosional, dalam rangka mewujudkan dan memelihara stabilitas kamtibmas yang kondusif.
HUT Satpam ke-29 tersebut juga dirangkai dengan pemberian penghargaan kepada Satpam berprestasi, yang diberikan oleh AKBP Mashudi kepada empat Satpam berprestasi yakni, Supiran, Satpam PT Buana Sawit Indah Perkebunan Petatal, prestasi 30 kali memproses hukum. Jumadi, Satpam PT Socfindo Tanah Gabus telah 30 kali memproses hukum. Pujiono, Satpam PTPN3 Kebun Sei Silau, 27 kali memproses hukum dan Samsu Rizal Satpam PT BSP telah 22 kali memproses hukum. Usai melakukan pemberian penghargaan, Kapolres disuguhi dengan demotrasi cara penggunakan tongkat dan borgol oleh puluhan Satpam.
Acara serupa juga digelar di Mapolresta Binjai. Bertindak sebagai inspektur upacara Kapolresta Binjai AKBP Robets Kennedy SIk SH, dan komandan upacara Ahmadi anggota Sat Pam PTPN II Tanjung Jati.
Dalam kesempatan itu, diserahkan piagam penghargaan dan hadiah lomba sikap tampang yang dilaksanakan dalam menyambut Hut Satpam ke – 29 kepada masing-masing pemenang. Diantaranya, Dudi Indrawan dari Satpam PT Telkom, Zulham Effendi dari Satpam PT Pertamina Elpiji dan Hendrik Tanjung dari anggota Satpam PTPN II Tandam Hulu.

Selengkapnya...

Jumat, 01 Januari 2010

Mahasiswa Pertanyakan Komitmen Bupati Asahan

Daerah,31-12-2009
*indra sikoembang
MedanBisnis – Kisaran

Mahasiswa yang tergabung dalam Forum Study Mahasiswa Asahan (Fosma) berunjuk rasa ke Kantor Bupati Asahan, Rabu (30/12). Mereka mempertanyakan komitmen Bupai Asahan Risuddin untuk membangun dan mensejahterakan masyarakat Asahan.


“Momentum akhir tahun ini kami menilai bahwa Bupati tidak serius memimpin Asahan dan masyarakatnya. Tidak terjadi perubahan yang signifikan selama dua periode dia menjadi Bupati Asahan. Masyarakat dikecewakan dengan kondisi ini dan kebijakan yang dibuat bupati, karena tidak berpihak pada rakyat,” kata seorang pengunjuk rasa Arliyanto dalam orasinya.
Disebutkan, ketidakseriusan yang dilakukan Bupati, diantaranya persoalan PDAM Titra Silau Piasa yang hingga saat ini belum selesai mengenai pendistribusian air bersih. Padahal air adalah kebutuhan langsung masyarakat Asahan.
“Permasalahan di Asahan ini di antaranya adalah tidak tuntasnya Kasus PDAM Tirtasula Asahan yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat luas, justru merugikan rakyat banyak dengan bobroknya manajemen dan kinerja perusahaan daerah tersebut,” ujarnya.
Selain itu, Fosma juga membeberkan persoalan KTP gratis yang dibuat oleh Pemkab. Namun kenyataannya masyarakat yang mengurus di kutip dana bahkan dipatok sampai ratusan ribu. Padahal pendanaan KTP sudah dianggarkan oleh APBD Asahan.
“Ini adalah bentuk pembohongan publik yang dilakukan Pemkab Asahan kepada masyarakat, apalagi KTP gratis sempat disosialisasikan dan diumumkan melalui media yang ada di Kota Kisaran. Tapi ternyata di lapangan tidak sesuai,” terangnya.
Setelah berorasi, akhirnya Fosma diterima sekretaris daerah (Sekda) Asahan Erwin Syahrul Pane. Dikatakannya, program Pemkab Asahan hampir semua terlaksana dengan baik, namun Sekda mengakui persoalan PDAM memang sangat kronis. Meski begitu, Pemkab akan segera mencari solusi dari persoalan PDAM tersebut, begitu juga dengan persoalan KTP dan sengketa tanah.
“Kami sangat membutuhkan pengawasan sosial, terutama kepada mahasiswa, maka mari kita bersama-sama mengawasi serta mencari solusi persoalan yang dialami Kabupaten Asahan,” sebut Erwin.
Selengkapnya...

Penggunaan DAK Pendidikan di Asahan Dipertanyakan

Daerah, 31-12-2009
*indra sikoembang
MedanBisnis – Kisaran

Penggunaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan di Kabupaten Asahan mendapat sorotan dari kalangan anggota DPRD setempat. Pasalnya, hingga menjelang berakhirnya masa anggaran tahun 2009, pekerjaan proyek yang menggunakan DAK baru mencapai 60% hingga 75% dan sisa pekerjaan 40% hingga 25% dikhawatirkan tidak selesai dikerjakan.


“ Kami minta kekurangan pekerjaan segera diselesaikan, mengingat tahun anggran 2009 akan segera berakhir, bila hal ini tidak terpenuhi, maka dana akan ditarik oleh pusat sehingga APBD Asahan akan terbebani,” ujar anggota DPRD Asahan dari Daerah Pemilihan (Dapil) I Rudi Hartono ketika membacakan laporan hasil reses, dalam rapat paripurna DPRD Asahan, Selasa (29/12) di gedung dewan setempat.
Hal yang senada juga disampaikan anggota dewan dari Dapil VI. Sedikitnya 14 sekolah dasar (SD) menerima anggran DAK hingga saat ini pekerjaannya masih berjalan dan belum rampung dilaksanakan. Bahkan, pekerjaan yang dilakukan di SD tersebut memiliki permasalahan pada keterlambatan pemasangan atap baja.
“ Kami minta Dinas Pendidikan mengkaji kembali proyek tersebut, karena keterlambatan tadi pasti akan berimbas pada APBD dan hal ini akan mengakibatkan penilaian negatif pada daerah Asahan,” papar anggota dewan mewakili Dapil VI, Parlindungan Panjaitan seraya menyebutkan kurang transparanya pemasangan plang proyek yang menggunakan anggaran DAK tersebut.
Rapat paripurna yang dipimpin Wakil Ketua Arief Fansuri didampingi Wakil Ketua Dahron Hutagol dan Armen Margolang juga menerima laporan dari Dapil IV (Kecamatan Air Joman dan Tanjung Balai) tentang penggunaan anggran DAK. Firdaus Mas’udi Hasyim mewakili Dapil mengatakan bahwa pelaksanaan rehabilitas SD yang mengunakan anggran DAK tidak melibatkan komite sekolah, disinyalir terjadi penggelembungan anggran (mark up).
Terkait persoalan keterlambatan perkerjaan yang mengunakan anggran DAK tersebut, Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan (Disdik) Pemkab Asahan Muhammad Sueb menjelaskan, terjadinya keterlambatan dikarenakan belum cairnya dana dari pemerintah pusat, begitupun persolaan tersebut bukan kesalahan dari pihak sekolah.
”Ditambah lagi dengan susuahnya mencari sebagian bahan material DAK,” ungkap Muhammad Sueb, ketika dihubungi MedanBisnis.
Secara rinci dijelaskan, proses pencairan dana tersebut para termin pertama sebesar 35% pada 19 Oktober 2009, termin kedua sebesar 45% diterima pada 16 November 2009 dan termin terkhir sebesar 20 % telah keluar pada 22 Desember 2009. ” Kami yakin pekerjaan DAK di Asahan selesai, apalagi dana 20 % telah keluar dan dana ini langsung disalurkan ke rekening sekolah,” ujar Sueb, seraya mengatakan permasalahan keterlambatan tersebut bukan dialami oleh daerah Asahan, namun daerah lain yang menerima DAK juga mengalami nasib yang sama.
Selengkapnya...

Selasa, 29 Desember 2009

Atasi Banjir Mulai 2010, Pemkab Asahan Gunakan Kapal Keruk

Daerah,29-12-2009
*indra sikoembang
MedanBisnis – Kisaran

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan akan mengoperasikan kapal keruk untuk mengatasi sedimentasi (pendangkalan) di sepanjang alur Sungai Asahan, mulai April 2010. Sehingga persoalan banjir yang kerap melanda daerah itu segera dapat teratasi.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Asahan Safaruddin saat mengikuti rapat bersama Komisi C DPRD Asahan dan Otorita Asahan. “Untuk menanggulangi persoalan banjir yang melanda Kabupaten Asahan setiap tahunnya, kita akan atasi pada bulan April 2010 mendatang, mengingat kita telah memiliki kapal keruk, meskipun kapasitas pengerukan masih belum maksimal,” kata Safaruddin, Senin (28/12) di gedung dewan setempat.
Namun rencana pengerukan tersebut, kata Safaruddin, akan mengalami hambatan. Sebab hasil limbah kerukan yang akan dibuang di daerah pinggiran sungai akan bermasalah dengan masyarakat. Diketahui sepanjang 100 meter daerah aliran sungai (DAS) harus dikosongkan, namun kenyataannya saat ini banyak tanaman dan bagunan milik masyarakat. “ Dengan fenomena saat ini, mau dibuang kemana limbah kerukan,” terang Safaruddin, sembari berharap persoalan pembuangan limbah pengerukan memiliki solusi secepatnya.
Mengenai biaya operasional kapal keruk tersebut, Safaruddin menjelaskan bahwa dananya telah dianggarkan dalam APBD Asahan sebesar Rp 500 juta dan ditambah dengan dana yang diberikan oleh pihak otorita Asahan sebesar Rp 500 juta. “ Untuk operasional, Asahan harus mendahulukannya, setelah itu barulah dana dari Badan Otorita Asahan (BOA) sebesar Rp 500 juta dapat digunakan,” sebut Safaruddin.
Ketua Komisi C DPRD Asahan Suparman yang memimpin rapat tersebut mengatakan dalam waktu dekat pihaknya akan membicarakan permasalahan pembuangan limbah pengerukan tersebut kepada masyarakat yang memiliki lahan di daerah DAS. “ Kami akan bicarakan hal ini pada tokoh masyarakat, pemilik lahan serta aparat pemerintah di daerah setempat, agar persoalan banjir dapat segera teratasi,” janji Suparman.
Suparman yang didampingi oleh anggota dewan lainya yakni, Sudung, Warisno, M Haris, T.Jonson, Ilaham, Rudi Hartono berharap pihak BOA dapat merealisasikan permintaan Pemkab Asahan untuk mendapatkan satu kapal keruk lagi.
Sementara itu pihak BOA, PSM Tobing mengatakan bahwa pihaknya akan memberikan satu unit lagi kapal keruk, tapi kapal keruk yang pertama harus sukses beroperasi mengeruk aliran sungai Asahan, setelah itu, barulah pihak BOA dapat merealisasikan permintaan kapal keruk kedua.
“ Kapal keruk pertama saja belum beroperasi, gimana kita mau memberikan kapal keruk yang kedua, kami tidak mau terjadi pemubajiran,” papar Tobing sembari mengatakan dana sebesar Rp 500 juta tersebut juga akan diberikan, bila kapal keruk pertama telah beroperasi dengan baik.

Selengkapnya...

Senin, 28 Desember 2009

Bakohumasda Harus Lebih Proaktif Berikan Informasi

Daerah,24-12-2009
*indra sikoembang
MedanBisnis – Kisaran

Bupati Asahan Risuddin meminta Badan Koordinasi Kehumasan Daerah (Bakohumasda) lebih proaktif dalam menjalin kerjasama dan koordinasi dengan berbagai pihak, dalam rangka memperlancar arus informasi di daerah tersebut. Dengan harapan dapat membagun citra yang baik terhadap Pemkab Asahan.

“Harapan saya ke depan, jangan ada lagi semacam kebekuan informasi antara masyarakat dengan pemerintah sehingga sering terjadi miskomunikasi, yang semula kecil kemudian membias semakin lebar, sehingga pemerintah terkesan kurang responsif terhadap aspirasi masyarakat,” ujar Bupati Asahan dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Bagian Organisasi Pemkab Asahan Saharuddin para pertemuan pengurus Bakomumasda Asahan, Rabu (23/12) di aula Melati Pemkab setempat.
Dikatakannya, saat ini kebutuhan terhadap informasi publik semakin meningkat. Apalagi saat ini publik semakin bebas bicara dan kritis terhadap akuntabilitas dan transparansi pemerintah. Maka menjadi kewajiban semua instansi pemerintah, TNI, Polri, BUMN, BUMD dan perusahaan swasta memberikan informasi yang akurat kepada pemohon informasi. Meskipun pemberian informasi tersebut memiliki aturan dan tata cara serta prosedur tertentu.
“Memang setiap badan publik wajib memberikan informasi, namun pemberian informasi tersebut harus sesuai ketentuan berlaku,” sebut Saharuddin.
Bupati juga mengingatkan, fungsi Bakohumasda Asahan adalah menyediakan data dan informasi kepada publik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di unit masing-masing, serta melakukan koordinasi antara instansi pemerintah, BUMN, BUMD dan swasta untuk mempelancar pelayanan informasi.
“Bakomumasda harus dapat menyesuikan diri dengan kebebasan pers yang saat ini semakin terbuka, berikan informasi yang akurat kepada pemohon informasi, agar masyarakat dapat mengetahuinya dengan baik,” jelasnya.

Selengkapnya...

Polres Asahan Buka Pengaduan Online

Daerah,24-12-2009
*indra sikoembang
MedanBisnis – Kisaran

Polres Asahan membuka pengaduan masyarakat secara online lewat situs www. polresasahan.info. Langkah progresif ini merupakan upaya dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Waka Polres Asahan Kompol DH Ginting pada acara sosialisasi kepada Pemerintah Kabubaten (Pemkab) Asahan dan Pemkab Batubara, Rabu (23/12) mengatakan, masyarakat saat ini tidak perlu ragu dan takut untuk melakukan pelaporan, karena Polres Asahan telah meluncurkan wabsite Polres Asahan. Dalam website tersebut masyarakat dapat melakukan pelaporan dan pelaporan juga dapat ditujukan ke masing-masing Polsek.

“Pengaduan masyarakat saat ini sangat gampang, karena kami telah menyedikan website, agar masyarakat tidak kecewa saat melakukan pengaduan, apalagi kami memiliki motto melayani setulus hati dan kepuasan masyarakat tujuan kami,” sebut Ginting, seraya menyatakan, program ini juga untuk menghindari makelar kasus.
Selain website yang digunakan untuk melayani masyarakat, Polres juga memanjakan masyarakat dengan menyedikan e-mail (surat elektronik) serta beberapa nomor dari berbagai operator baik ditujukan untuk Polres Asahan maupun di masing-masing Kapolsek.
“Kami juga menyiapkan email dan nomor Hp dari berbagai operator, misalnya ditujukan ke Polres Asahan, Telepon (0623) 347110, SMS – 081263601222 atau 081990637222, Fax (0623) 41542, E-mail spkresasahan@yahoo.co.id,” terangnya.
Polres juga akan membuat kantin mini di sentral pelayanan kepolisian (SPK), agar masyarakat yang melakukan pelaporan dapat menikmati susana damai dan tidak bosan menunggu. “Mungkin kita akan buat kantin kejujuran di SPK ini,” ujar Ginting.

Selengkapnya...

Polri Prioritaskan Keamanan dan Kenyamanan Warga


Daerah,24-12-2009
*indra sikoembang
MedanBisnis – Kisaran

Untuk mewujudkan keamanan dan kenyaman serta keselamatan masyarakat dalam melaksanakan perayaan hari Natal 2009 dan Tahun Baru 2010, Polri menargetkan lima point prioritas dalam pelaksanaan operasi lilin 2009.

Dari kelima target tersebut, pertama, terwujudnya rasa aman dan nyaman masyarakat dalam melaksanakan kegiatan beribadah, maupun berwisata serta keamanan wilayah pemukiman yang ditinggal oleh penghuninya. Kedua terwujudnya keamanan, ketertiban, kelancaran dan keselamatan lalu lintas. Ketiga, terjaminnya keamanan dan kelancaran distribusi bahan pokok, bahan bakar minyak dan listrik.
Sedangkan keempat, polri siap mengwujudkan keamanan dalam aktivitas embarkasi dan debarkasi di pelabuhan, baik darat, laut dan udara. Dan kelima, dapat mengatasi dan meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman aksi terorisme.
“Untuk mencapai target tersebut sangat diperlukan keseriusan polri dan kerja sama serta sinergi dengan segenap komponen pemerintah, masyarakat dalam melaksanakan operasi ini, sehingga kita dapat memberikan pelayanan dan pengamanan secara komprehensif kepada masyarakat,” ujar Kapolri Bambang Hendarso Danuri dalam sambutannya yang dibacakan AKBP Mashudi pada acara gelar pasukan operasi lilin 2009, Rabu (23/12) di halaman Mapolres Asahan.
Dalam menghadapi tugas pengamanan operasi lilin 2009 tersebut, ada beberapa hal yang ditekankan oleh Kapolri, yakni harus melakukan deteksi dini melalui peran intelijen Polri, bekerjasama dengan komuniti intelijen lainnya. Hal ini dilakukan untuk mendeteksi berbagi fenomena yang berpotensi menimbulkan gangguan Kamtibmas, agar dapat diantisipasi dengan baik.
Begitu juga dengan pengerahaan kekuatan di tempat rawan untuk memberikan perlindungan, lalu terus tinggatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya aksi teror. “ Polri bertindak tegas, namun humanis terhadap setiap pelanggaran hukum,” sebut Kapolri, seraya meminta selalu waspada dan antisipasi setiap permasalahan yang timbul dan laksanakan evaluasi terhadap pelaksanaan operasi lilin 2009 tersebut, guna dijadikan referensi dalam penyelenggaraan operasi lilin tahun mendatang.
Upacara gelar pasukan operasi lilin 2009 di Kabupaten Asahan diawali dengan pemasangan pita kepada seluruh personel kepolisian di jajaran Mapolres Asahan serta TNI dan Pol PP di daerah Kabupaten Asahan dan Batubara.
Selengkapnya...

Jumat, 18 Desember 2009

SKPD Asahan Diminta Penuhi Target PAD

Daerah, 17-12-2009
*indra sikoembang
MedanBisnis – Kisaran

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Asahan Erwin Syahrul Pane meminta seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Camat untuk meningkatkan realisai Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Pajak Bumi dan Bagunan (PBB) tahun 2009. Pasalnya hingga 14 Desember 2009 masih banyak SKPD dan Kecamatan belum dapat merelisasikan target yang diberikan Pemkab Asahan.
“ Saya berharap hingga akhir Desember 2009, SKPD dan para camat dapat merealisasikan target PAD dan PBB seratus persen,” kata Erwin kepada MedanBisnis, Selasa (15/12), usai melaksanakan rapat koordinasi pemerintah di ruang Melati Pemkab Asahan
Sekda juga menjelaskan, target PAD dari SKPD sebesar Rp 646 miliar lebih, namun yang terealisasi hingga saat ini sebesar Rp 602 miliar lebih atau 93 persen. Sedangkan target PAD kecamatan sebesar Rp 73 juta, namun yang terealisasi sebesar Rp 49 juta atau 68 persen. Karena itu, target tersebut masih harus ditingkatkan sebelum berakhirnya tahun 2009.
”Karena itu diingatkan kepada seluruh SDKD dan pengelola PAD agar dapat meningkatkan kinerjanya dengan sungguh-sungguh dan paling tidak target 100% dalam APBD 2009 dapat terealisasi,” terang Sekda, seraya berharap kepada SKPD dan Camat dapat terus berkoordinasi dengan Sekda, bila mengalami hambatan dalam peningkatan PAD di Asahan.
Dari 19 SKPD yang ada di Asahan terungkap dalam Rakorpem tersebut, tiga SKPD yang dapar merealisasikan target PAD. Bahkan dua diantarnya melebih target yakni Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil serta Dinas Pendidikan. Selengkapnya...

Pemkab Asahan Diminta Jalin Komunikasi ke DPRD Sumut

Daerah, 15-12-2009
*indra sikoembang
MedanBisnis – Kisaran

Ketua Tim IV DPRD Sumatera Utara Bustami HS meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan untuk lebih meningkatkan komunikasi secara intensif kepada anggota DPRD Sumut, khususnya yang berasal dari daerah pemilihan Kabupaten Asahan. Agar semua permasalahan daerah dapat diakomodir.
Permintan tersebut dikatakan Bustami saat melakukan reses bersama anggota dewan yang juga berasal dari pemilihan Asahan dan Tanjungbalai, di antaranya Zulkarnaen, Muslim Simbolon, dan Khairul Fuad, Senin (14/12).
“ Kalau Pemkab Asahan dengan DPRD Sumut dapat menjalin komunikasi dengan baik, maka permasalahan yang dialami oleh daerah dapat teratasi,” ujar Bustami.
Salah satu tujuan dari komunikasi intensif tersebut kata Bustami, untuk mendiskusikan segala permasalahan ataupun merencanakan program daerah ke tingkat Propinsi Sumatera Utara. Sehingga agar anggota dewan asal pemilihan Asahan dapat memperjuangkan program daerah yang juga merupakan aspirasi masyarakat. “ Manfaatkanlah kami yang berasal dari pemilihan Asahan,” ujar Bustami.
Dari reses tersebut, banyak program dan permasalahan yang dibicarakan oleh Pemkab dan tim IV DPRDSU tersebut. Diantaranya, mengenai persoalan pengutipan retribusi pangkalan pendaratan ikan (PPI) Pemkab Asahan, infrastruktur, penyerobatan tanah terhadap pengusaha, kondisi PDAM Titra Silau Piasa Asahan yang selama ini dinilai buruk manajemennya, serta membicarakan anggaran yang dialokasikan untuk daerah
“ Kami berharap dari semua permasalah tersebut Pemkab Asahan memiliki solusi dan program yang jelas, agar kami dapat memperjuangkannya ke propinsi,” kata Bustami. Selengkapnya...

Bank Sumut Syariah Beroperasi di Asahan

Keuangan dan Perbankan, 15-12-2009
*indra sikoembang
MedanBisnis – Kisaran

Hingga saat ini, Bank Sumut Syariah telah memiliki tiga kantor cabang di Sumatera Utara (Sumut), yakni di Medan, Tebingtinggi dan Padangsidimpuan. Sementara kantor cabang pembantu (KCP) Bank Sumut Syariah saat ini berjumlah enam unit.
Bank Sumut Syariah Kisaran adalah kantor cabang pembantu (capem) Syariah yang keenam di Sumut yang berinduk ke cabang Syariah Tebingtinggi.
Hal itu dikatakan Kepala Bank Sumut Syariah Tebingtinggi, Solahuddin Harahap, Senin (14/12) pada peresmian kantor Bank Sumut Syariah cabang pembantu Kisaran di gedung bank setempat.
Operasional Bank Sumut Syariah di Kisaran yang diresmikian Bupati Asahan menjadi bukti kemajuan Bank Sumut, khususnya dalam unit usaha Syariah. Hal ini dapat dilihat dari publikasi neraca konsolidasi per 30 September 2009, yakni total asset telah mencapai Rp 402 miliar dan laba yang dihasilkan sekitar Rp17 miliar.
“PT Bank Sumut akan terus mengembangkan jaringan ke daerah-daerah agar menjadi bank handalan di Sumut,” tutur Solahuddin seraya mengatakan seluruh kantor Bank Sumut konvensional dapat melayani transaksi secara syariah khusus berupa tabungan dan deposito yang dibuka di seluruh unit konvesional.
Bupati Asahan diwakili Asisten II Pemkab Asahan Sugianto mengatakan, kehadiran Capem Bank Sumut Syariah Kisaran, diharapkan dapat memberikan stimulus kepada seluruh masyarakat di kota Kisaran dan Kabupaten Asahan
“Kita sangat meyakini kegiatan ekonomi pola syariah tentunya secara pasti akan memberikan pengaruh besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sehingga praktek bisnis dan lembaga perbankan syariah semakin diminati oleh semua kalangan, “ sebut Sugianto dihadapan para undangan, diantaranya ketua MUI Asahan dan Kepala Cabang Bank Sumut.
Pemkab Asahan, jelasnya, berharap kepada Bank Sumut untuk dapat membina terutama membangun ekonomi syariah di daerah ini.
“Pemkab sebagai stakeholders tentunya sangat menyambut hangat kehadiran Capem Syariah Bank Sumut. Oleh sebab itu, kami sangat mengharapkan kepada managemen Bank Sumut, agar ke depan dapat memberikan warna baru kepada perubahan masa depan masyarakat khususnya di Kota Kisaran,” tegasnya.
Kepala Bank Sumut Syariah Capem Kisaran Dhani Erwin saat dikonfirmasi MedanBInsis mengatakan hadirnya bank tersebut diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat serta memberikan kontribusi terhadap pembagunan di Asahan
“Kehadiran kami semoga bermanfaat di masyarakat dan kami juga meminta masyarakat dapat mendukung dan membantu Bank Syariah ini,“ terang Dhani seraya mengatakan bank syariah bukan hanya milik umat muslim melainkan milik semua golongan masyarakat. Seusai acara, Ketua MUI Asahan Usman Efendi membuka rekening dan dikuti oleh Duta TBC Asahan Humaidi. Selengkapnya...

Bank Sumut Asahan Serahkan Klaim Asuransi Sipanda Rp 210 Juta

Daerah, 16-12-2009
*indra sikoembang
MedanBisnis – Kisaran

Sebanyak 28 ahli waris nasabah Bank Sumut Cabang Asahan menerima pembayaran klaim Asuransi Jiwa Sipanda dengan total nilai Rp 210 juta lebih. Pembayaran klaim asuransi akan diterima secara otomatis oleh nasabah Bank Sumut yang terdaftar menjadi peserta Asuransi Jiwa Sipanda.

“Pembayaran klaim asuransi Sipanda tersebut untuk periode Oktober sampai Desember 2009. Khusus untuk nasabah Bank Sumut, maka secara otomatis nasabah diikutsertakan dalam asuransi ini,” ujar Kepala Bank Sumut Cabang Asahan Amirin Harahap kepada MedanBisnis, Selasa (15/12) di ruang kerjanya.
Dijelaskan, besar dan kecilnya dana yang diterima ahli waris tergantung besaran saldo selama tiga bulan terakhir yang ditinggalkan oleh penabung. Semakin banyak saldo yang ditinggalkan, semakin banyak pula dan klaim asuransi yang didapat ahli waris.
Amirin juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholder yang telah membantu dan bekerja sama untuk mendukung visi dan misi Bank Sumut, yakni memberi pelayanan terbaik kepada nasabah dan masyarakat.
Sementara itu, saat penyerahan klaim asuransi, Bupati Asahan yang diwakili Asisten II Pemkab Asahan Sugianto, mengajak seluruh masyarakat agar berhemat dengan cara menabung. Bupati mengatakan, menabung memiliki sifat multiganda, yakni bagi penabung merupakan sarana untuk mengantisipasi kebutuhan di masa mendatang.
“Menabung adalah sikap yang sangat bijak yang manfaatnya sangat banyak, dan perbankan akan menjadi pendorong pemanfaatan tersebut,” tuturnya. Dirinya juga berharap Bank Sumut dapat menjalankan peran dan fungsinya untuk membina terutama membangun ekonomi di daerah ini
Secara simbolis Sugianto bersama pihak Bank Sumut menyerahkan klaim asuransi penerima ahli waris penabung, diantarnya ahli waris Reni Andan Sari, Japinde HP Haloho, Karmel Sinaga masing-masing sebesar Rp 25 juta dan dilanjuti oleh ahli waris lainya yang besar asuransi diberikan berbeda-beda. Selengkapnya...

Kamis, 10 Desember 2009

Peserta Touring Pulsar Asahan Tanam 150 Pohon


Daerah, 10-12-2009
*indra sikoembang
MedanBisnis – Kisaran

Sebanyak 50 peserta touring The Green Touring Pulsar Owner Asahan 2009 telah menanam sedikitnya 150 bibit pohon dari berbagi jenis di seputar lokasi daerah tujuan wisata, yakni di daerah wisata Kecamatan Bandar Pulau Kabupaten Asahan.
“Ada 150 bibit pohon keras dari berbagai jenis telah kami tanam di daerah wisata tujuan touring,” kata Manager eMVi Production Agus Ramanda sebagai organizer The Green Touring Pulsar Owner Asahan 2009 kepada MedanBisnis, Rabu (9/12) di Gedung WIN Motor Kisaran.
Ramanda yang juga didampingi pihak Win Motor, Erwin Wijaya dan Bajaj Auto Indonesia, Ofi, menjelaskan, selain melakukan penanaman pohon, touring yang dilakukan pada minggu lalu bertujuan memperkenalkan Bajaj lebih dekat dengan masyarakat akan teknologi yang dimiliki motor Bajaj tersebut.
“Bajaj auto, salah satu produsen otomotif utama di dunia menjawab tantangan dengan menghadirkan inovasi teknologi DTS-Si (Digital Twin Spark Swirl inducsion). Teknologi ini merupakan generasi terbaru dan teknologi DTS-I (Digital Twin Spark induksion) yang telah diaplikasikan pada produk produk Bajaj Auto sebelumnya. Teknologi ini semakin mengukuhkan posisi Bajaj Auto sebagai pimpinan di teknologi digital twin spark di dunia,” papar Ramanda.
Motor Bajaj, kata Ramanda, telah membuktikan motor irit bahan bakar dan ramah terhadap lingkungan. Hal itu telah dibuktikan pada acara touring Pulsar owner Asahan 2009 yang mancatat perbandingan bahan bakar 1: 104 km (1 liter bensin untuk jarak 104 km). “Selain telah dibuktikan di Sentul, dalam touring ini, Motor Bajaj ini juga telah membuktikan keiritan bahan bakarnya serta ramah lingkungan, luar biasa motor Bajaj,” ujar Ramanda.
Motor Bajaj juga, kata Ramanda, adalah teknologi yang dikembangkan oleh tim R&D Bajaj Auto. Teknologi ini mengutamakan keseimbangan antara power dan efisiensi konsumsi bahan bakar. Kelebihan teknologi ini adalah membuat pembakaran di dalam mesin lebih cepat dengan gerakan pembakaran yang melingkar seperti gerakan turbulensi sehingga terjadi pembakaran. teknologi ini telah dipatenkan secara internasional oleh Bajaj Auto. Selengkapnya...

Hari Anti Korupsi Sedunia, Mahasiswa Asahan Gelar Aksi Teaterikal

Daerah, 10-12-2009
*indra sikoembang
MedanBisnis – Kisaran

Ratusan mahasiswa yang bergabung dalam Gerakan Asahan Bersih (GAB) menggelar aksi teaterikal di empat titik di kota Kisaran, yakni Tugu Kisaran, Kantor Kejaksaan, Kantor Bupati dan DPRD Asahan, Rabu (9/12). Aksi tersebut digelar dalam rangka memeperingati hari anti korupsi sedunia.
Dalam aksinya, mahasiswa menyatakan dukungan kepada penegak hukum untuk berani memberantas korupsi di Indonesia, khusunya di Asahan. “ Hari adalah momentum yang sangat pas bagi rakyat untuk menunjukan komitmen memberantas korupsi, maka bagi penegak hukum jangan takut untuk memberantas para koruptor,” teriak salah seorang pengunjukrasa, Aditiya Pramana.
Mereka juga mengutuk keras segala bentuk penyalahagunaan kekuasaan dengan tujuan memperkaya diri, yang membuat rakyat menjadi menderita. Meminta kepada pemerintah untuk memberhentikan segala bentuk tindakan korupsi serta menciptakan reformasi birokrasi.
“Korupsi harus kita berantas bersama, karena sangat merugikan keuangan negara dan perekonomian, terkutuklah koruptor yang membuat rakyat sengsara dan menderita,” ujarnya.
Aksi GAB diawali di daerah Tugu Kisaran dan selanjutnya bertolak ke kantor Kejaksaan dan diterima Kasi Pidana Khusus Mustafa Kamal. Selanjutnya GAB menuju kantor Bupati Asahan dan diterima Assisten I Pemkab Asahan Zulkarnaen dan terakhir di gedung dewan setempat, GAB diterima Wakil Ketua DPRD Asahan Armen Margolang.
“ Kami sangat mendukung dan sependapat untuk memberantas korupsi, namun kami juga meminta dukung dan peran masyarakat dalam bersama-sama untuk memberantas kasus korupsi, apalagi di hadapan hukum semuanya sama,” sebut Mustafa. Selengkapnya...

Rabu, 02 Desember 2009

Pemkab Asahan Tanam 24.000 Pohon

Daerah, 02-12-2009
*indra sikoembang
MedanBisnis – Kisaran

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan menanam sedikitnya 24.000 bibit pohon, dalam rangka Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional (BMN).
Penanaman diawali Bupati Asahan Risuddin bertempat di halaman Pesantren Modern Shard El-Islami di Desa Danau Sijabut, Kecamatan Air Batu, Kabupaten Asahan, dan selanjutnya diikuti para Muspida dan masyarakat di daerah masing-masing.
“Menanam pohon hari ini, bukanlah merupakan sesuatu hal yang baru akan tetapi kelanjutan program terdahulu pemerintah,” ujar Risuddin dalam acara HMPI dan BMN, Selasa (1/12).
Bupati berharap, penanaman pohon tersebut dapat memberikan solusi dalam mengatasi pemanasan global yang disebabkan adanya peningkatan suhu bumi, akibat meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer. Pemanasan global tersebut dapat mengakibatkan perubahan iklim yang tidak menentu dan akan merugikan para petani dalam melaksanakan pembibitan, penanaman dan perkiraan panen, serta produksi pangan Indonesia jadi turun.
“ Menanm pohon merupakan momentum strategis bangsa Indonesia dalam upaya mengantisipasi perubahan iklim global, degradasi dan deforestasi hutan dan lahan, serta kerusakan lingkungan lainnya yang mengakibatkan penurunan produktivitas alam dan kelestarian lingkungan,” ujar Bupati.
Kadis Kehutanan dan Perkebunan Asahan yang juga panitia HMPI dan BMN, Pantas Sihombing menjelaskan penanaman pohon yang bertema One man One Tree bertujuan untuk mengurangi dampak pemanasan global, mencegah banjir, kekeringan dan tanah longsor. Penanaman pohon juga dapat meningkatkan upaya konservasi sumberdaya genetik tanaman hutan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menanam dan memeliharanya. Selengkapnya...

Calon Perseorangan di Asahan Butuh Dukungan 30 Ribuan Suara

Politik, 02-12-2009
*indra sikoembang
MedanBisnis – Kisaran

Setiap calon kepala daerah (KDh) yang ingin maju dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) Kabupaten Asahan tahun 2010 melalui jalur perseorangan, sedikitnya harus menyediakan dukungan 30.282 orang dari jumlah penduduk per 18 November 2009 sebanyak 575.045 jiwa. “Bila tidak terpenuhi, maka kandidat itu akan dianggap gugur,” ujar
Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Asahan Edi Prayitno, kepada MedanBisnis, Selasa (1/12).
“Penerapan jumlah itu berdasar UU Nomor 12/2008, khususnya dalam pasal 59 ayat 2b huruf c tentang dukungan perseorangan,” sebut Edi.
Pihaknya akan melakukan verifikasi jumlah dukungan untuk memastikan tidak ada dukungan yang sama yang diajukan para kandidat perseorangan. Pihaknya memberikan waktu kepada calon perseorangan untuk memperbaiki berkas dukungan yang salah. “Kami akan membuat jadwal untuk mengecek berkas dukungan perseorangan, mulai dari jadwal penerimaan berkas, verifikasi berkas dan perbaikan berkas hingga penghitungan suara, “ tegas Edi. Selengkapnya...

Senin, 30 November 2009

Butuh Dana Besar untuk Mendaftar Jadi Calon Bupati


Politik, 30-11-2009
*indra sikoembang
MedanBisnis – Kisaran

Pameo yang menyebutkan politik itu mahal biayanya, memang benar. Setidaknya dengan menilik proses pendaftaran bakal calon (balon) Bupati Asahan 2010, adagium itu tidak terbantahkan lagi.
Salahsatu bakal calon untuk pemilihan kepala daerah (pilkada) Kabupaten Asahan tahun 2010, Helmiati, harus mengeluarkan dana sebesar Rp 32, 5 juta hanya untuk mendaftar ke partai politik (parpol) yang membuka lowongan pendaftaran menjadi calon bupati.
Supriandi, salah satu anggota tim pendaftaran Helmiati, mengungkapkan hal itu kepada MedanBisnis, Sabtu (28/11) di Kisaran.
Dia menjelaskan, dana sebesar itu dikeluarkan Helmiati karena setiap parpol yang membuka pendaftaran, mengenakan biaya adiministrasi kepada setiap bakal calon yang mendaftar ke parpol tersebut.
Biaya pendaftaran Helmiati sebagai bakal calon Bupati Asahan terdiri dari empat parpol yakni Partai Demokrat (PD) dan Partai Amanat Nasional yang mengenakan biaya masing-masing sebesar Rp 10 juta.
Sedangkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) mengenakan biaya pendaftaran sebesar Rp 7,5 juta, Partai Persatuan Pembagunan (PPP) hanya Rp 5 juta. “Kami telah memenuhi semua biaya setiap parpol yang membuka pendaftaran bakal calon,“ ujar Supriadi.
Pengakuan Supriandi dibenarkan Ketua Tim Penjaringan PD Asahan, Budianto Lubis. Ia mengatakan hal itu untuk membuktikan keseriusan sang bakal calon maju dalam pilkada 2010.
Hingga saat ini pihaknya telah menerima tiga pendaftaran bakal calon bupati dan satu pendaftaran sebagai bakal calon wakil. Budianto tidak menyebutkan biaya pendaftaran untuk calon wakil bupati.
Tetapi jika dihitung secara matematis, PD Asahan telah menerima setidaknya uang sebesar Rp 30 juta dari tiga pendaftar calon bupati Asahan.
Ketua Tim Penjaringan PPP, Jamius, mengungkapkan hal senada. Sayangnya ia mengaku belum mengetahui jumlah dan nama kandidat yang telah mendaftar sebagai calon bupati dari partai berlambang Ka’bah tersebut.
Ia juga belum dapat memberitahukan berapa dana yang telah diperoleh PPP dari hasil proses pendaftaran tersebut. Rencananya, tanggal 3 Desember mendatang ia akan mengumumkan siapa saja yang mendaftar ke PPP melalui sebuah konfrensi pers. Selengkapnya...

Senin, 23 November 2009

Sudah Delapan Tahun ‘Kaki Gajah’ Tidak Ditemukan di Asahan

Daerah, 21-11-2009
*indra sikoembang
MedanBisnis – Kisaran

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Asahan menegaskan, sejak delapan tahun lalu (2002 – 2009) tidak ada ditemukan warga setempat yang mengidap penyakit filariasis atau kaki gajah. Meskipun diakuinya, pada tahun-tahun sebelumnya ada warga yang menderita penyakit tersebut.
“ Berdasarkan survei Dinkes Asahan dan Puskesmas tidak lagi ditemukan gejala dan penderita baru di daerah Asahan. Data yang kami peroleh, mulai dari tahun 2002 hingga tahun 2009, Dinkes tidak menemukan penderita kaki gajah,” ungkap Pengelola Penyakit Filariasis Dinkes Asahan M Haris pada MedanBisnis, Jumat (20/11) di gedung Dinkes setempat.
Haris menjelaskan antara tahun 2000 dan 2001, Asahan pernah memiliki kasus penderita kaki gajah, namun hal tersebut dapat diatasi dan hingga saat ini tidak ada ditemukan kembali kasus baru. Mengenai daerah endemis penyakit gajah, Asahan memiliki beberapa daerah, yakni Sei Kepayang, Air Joman dan Bandar Pulau
Meskipun tidak ditemukan, Haris mengatakan, Dinkes Asahan selalu melakukan penyisiran dan pencegahan serta sosilisasi kepada masyarakat, khusunya daerah-daerah endemis. Penyakit kaki gajah (Filariasis atau Elephantiasis) adalah golongan penyakit menular yang disebabkan oleh cacing Filaria yang ditularkan melalui berbagai jenis nyamuk.
Lanjutnya, setelah tergigit nyamuk, parasit (larva) akan menjalar dan ketika sampai pada jaringan sistem lympa maka berkembanglah penyakit tersebut. Penyakit ini bersifat menahun (kronis) dan bila tidak mendapatkan pengobatan, dapat menimbulkan cacat menetap berupa pembesaran kaki, lengan dan alat kelamin baik perempuan maupun laki-laki.
“Penyakit kaki gajah ini bukanlah penyakit yang mematikan, namun demikian bagi penderita mungkin menjadi sesuatu yang dirasakan memalukan bahkan dapat mengganggu aktifitas sehari-hari,” ujar Haris.
Karena itu, kata Haris, masyarakat harus waspada dan berusaha menghindarkan diri dari gigitan nyamuk dengan membersihkan semak-semak di sekitar rumah, kuras tempat penampungan air seperti bak mandi, WC dan menimbun barang-barang bekas tempat berkembang biaknya nyamuk. Selengkapnya...

Selasa, 17 November 2009

Warga Asahan Diimbau Peduli Lingkungan, MedanBisnis Dapat Penghargaan


Daerah, 16-11-2009
*indra sikoembang
MedanBisnis – Kisaran

Seluruh warga Kabupaten Asahan diminta untuk peludi terhadap lingkungan sekitar. Terutama kesehatan lingkungan yang dapat berdampak terhadap kualitas generasi mendatang.
Demikian disampaikan Bupati Asahan Risuddin pada pembukaan Asahan Medical Expo (Asmex) 2009 di lapangan Parasamya Kisaran akhir pekan lalu. ” Kepada seluruh masyarakat untuk dapat meningkatkan derajat kesehatan lingkungan yang berdampak pada peningkatan kualitas bangsa,” ujarnya.
Dikatakannya, kesehatan lingkungan terdiri dari tiga pilar, yakni pilar pertama, bahwa lingkungan sehat merupakan cermin prilaku sehat, prilaku sehat menunjukan kemandirian masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kualitas kesehatannya dan didukung oleh pelayanan kesehatan yang bermutu untuk meningkatkan derjat kesehatan masyarakat Indonesia.
Sedangkan yang kedua, lingkungan baik fisik maupun non fisik sangat penting untuk menciptakan rakyat bertambah sehat, namun tidak mungkin dilaksanakan oleh bidang kesehatan secara sendirian. Karenanya sangat diperlukan partisipasi berbagi program dan berbagi sektor. Sedangkan yang ketiga, seluruh jajaran kesehatan harus mampu mendorong masyarakat untuk terus menerus meningkatkan komitmennya dalam peningkatan kualitas kesehatan lingkungan, sehingga masyarakat semakin sehat dan produktif sebagai langkah pasti peningkatan kualitaas bangsa
” Marilah kita wujudkan lingkungan sehat, rakyat sehat, menuju bangsa yang sehat dan bermartabat melalui semangat, sehingga kita dapat bersama-sama kita sehat,” ujarnya, seraya mengajak seluruh jajaran kesehatan untuk bekerja dengan penuh semangat, sabar dan yakin akan tujuan yang akan dicapai bersama.
Sementara itu, Kadis Kesehatan Asahan drg Habinsaran mengatakan peringatan HKN ke-45 merupakan momen penting bagi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Asahan untuk mengajak masyarakat peduli lingkungan. Pasalnya, sebagian besar wabah penyakit bersumber pada lingkungan yang tidak bersih maupun tidak sehat, apalagi tingkat kepedulian masyarakat masih minim karena belum membudayanya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Habinsaran juga mengatakan berbagai upaya telah dan tengah dilakukan Dinkes untuk terus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, diantarnya dengan digelarnya Asmex 2009 yang bertujuan untuk menambah wawasan masyarakat terhadap informasi tentang pelayanan kesehatan, pembiayaan kesehatan, produk-produk alat kesehatan dan pendidikan kesehatan serta masyarakat, agar masyarakat juga ikut peduli dengan kesehatan.
“ Melalui event Asmex 2009 diharapkan masyarakat lebih mengetahui tentang informasi kesehatan dan diharapkan kepulian kesehatan juga lahir pada diri kita masing-masing “ ujarnya.
Peduli Kesehatan
Dalam peringatan HKN ke 45, pemerintah kabupaten Asahan memberikan penghargaan kepada lembaga atau perorangan yang memperhatikan serta peduli dengan kesehatan. Dari 20 orang yang mendapatkan penghargaan, Harian MedanBisnis satu-satunya media yang dinyatakan oleh Pemkab Asahan sebagai media pemerhati kesehatan. Hal itu terbukti dengan banyaknya berita-berita kesehatan yang ditulis wartawan harian MedanBisnis di Asahan. Penghargaan berupa piagam langsung diserahkan Bupati Asahan kepada wartawan harian MedanBisnis Kabupaten Asahan. Selengkapnya...

Rabu, 11 November 2009

Kades dan Camat Akui Ada Kutipan Biaya KTP

dAERAH, 11-11-2009
*indra sikoembang
MedanBisnis – Kisaran

Meskipun Bupati Asahan Risuddin menyatakan pengurusan kartu tanda penduduk (KTP), Akte Kelahiran dan Kartu Keluarga (KK) sejak 9 Juli 2009 telah digratiskan biaya pembuatannya di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil), namun sampai saat ini masih ada pengutipan biaya pembuatan dokumen kependudukan tersebut.
Bahkan, kutipan biaya tersebut diakui sejumlah pengurus Forum Aspirasi Kepala Desa Asahan (Fakda) Asahan dan beberapa Camat. “ Memang ada pengutipan, namun bukan kebijakan kami, melainkan kehendak masyarakat yang ingin memperoleh KTP dengan cepat,” ungkap salah satu pengurus Fakda, Sujud yang didampingi pengurus lainnya, Tukidi, Selasa (10/11), pada rapat dengar pendapat bersama Komisi A DPRD Asahan, di gedung dewan setempat.
Hal senada juga dikatakan Camat Bandar Pulau Erwandi. Menurutnya, di daerahnya pembuatan KTP ada terjadi pengutipan. Biaya pengutipan tersebut sebenarnya bukan untuk pembuatan KTP, melainkan karena jarak yang ditempuh dari Bandar Pulau ke Kota Kisaran yang berjarak 50 kilometer lebih. Apalgi biaya oprasional untuk pengantar dan menjemput KTP tersebut ke Dukcapil yang terletak di Kantor Bupati Asahan tidak ada.
“ Kami juga mengakui ada sedikit biaya untuk pembuatan KTP, namun itu bukan kebijakan dari kami, melainkan biaya terimaksih saja dari pemohon pembuat KTP,” ujar Erwandi.
Hadir juga dalam kesempatan itu, Kapala Bidang Pendaftaran Dukcapil Asahan Aldy. Dikatakannya, anggaran yang ada di Dukcapil hanya untuk pembelian blangko KTP, KK dan Akte Kelahiran dan formulir pembuatannya. Sedangkan untuk operasional atau intensif tidak ada dianggarkan dalam APBD Asahan.
“ Megenai biaya intensif Dukcapil pihaknya pernah mengajukannya, namun biaya tersebut ditolak, karena dinilai melanggar aturan,” sebut Aldy, seraya melaporkan bahwa computer yang mencetak KTP, akte dan KK Didukcapil hanya 10 unit dan 10 printer yang dioprasikan oleh 34 orang.
Dari pertemuan yang berlangsung selama tiga jam tersebut, akhirnya ketua Komisi A DPRD Asahan Bunyaddin berserta anggota meminta kepada Fakda dan Dukcapil untuk mempersiapkan draf-draf yang dapat mempercepat pembuatan dokumen kependudukan tersebut secara gratis.
“ Dalam pertemuan selanjutnya, kami berharap Dukcapil telah mempersipakan draf-draf yang menjadi permasalahan dalam pembuatan KTP, KK dan akte kelahiran,” sebut Bunyaddin. Selengkapnya...

indra sikoembang © 2008. Design by :Yanku Templates Sponsored by: Tutorial87 Commentcute