Marhaban Ya Ramadhan

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1435 H



Jumat, 03 September 2010

Pengusaha Diminta Karet Pengaman Tabung Elpiji Harus SNI


indra sikoembang

Pengawsaan terhadap tabung elpiji ukuran 3 kg yang beredar di masyarakat terus menjadi perhatian, bahkan selain tabung, pengawasan diarahkan kepada kompone yang menempel di tabung gas tersebut, yakni karet tabung

Komponen tersebut diantaranya karet pengaman (rubber seal) yang disinyalir beredar di tengah-tengah masyarakat masih belum sesuai standart. “ Kita mensinyalir karet pengaman yang ada ditabung elpiji 3 kg masih banyak yang tidak standart, maka kita meminta pengusaha pengisian elpiji harus memasang karet tersebut yang berstandart, bukan yang palsu, “ demikian kata Kepala Bagian Ekonomi Pemkab Asahan, Syarief kepada MedanBisnis, Selasa (3/8) di gedung pemkab setempat.

Permintaan tersebut dilakukan, kata Syarief berdasarkan hasil monitoring tim ke di Stasiun Pengisian dan Pendistribusian Bulk Elpiji (SPPBE) milik PT Sinar Mulia Muara Sentosa (SMMS) Asahan, dari monitoring tim mencoba mempertanyakan tentang kondisi karet pengaman kepada pemilik SPPBE, namun pemilik SPPBE tidak mengetahui apakah karet tersebut standart atau tidak, bahkan karet pengaman yang melekat ditabung gas tersebut diperoleh bukan dari PT Pertamina. “ Dari keterangan pemilik SPPBE, bahwa karet tidak dibeli dari Pertamina, nah inikan sesuatu hal yang membahayakan penguna elpiji, karena karet pengaman diperoleh dari tempat yang tidak jelas, “ terang Syarief.

Syarief menjelaskan, salah satu penyebab terjadinya tabung gas meledak di tengah masyarakat, diantarnya karena karet pengamannya tabung rusak atau karet pengamanya palsu, sehingga menyebabkan isi gas dari tabung keluar. “ Kalau isi gasnya keluar kita ketahui, mungkin dapat kita antisipasi, namun bila isi gas tersebut keluar tidak kita ketahui melalui karet pengaman, maka yang terjadi seperti yang kita lohat di TV, “ ujar Syarief.

Permintaan tersebut juga dikatakan oleh anggota komisi B DPRD Asahan Abdul Kholik mengatakan pihak pengusaha harus betul-betul memperhatikan karet pengaman tabung, karena bila tidak diperhatikan kwalitas karet atau tidak standart, maka yang akan dirugikan adalah masyarakat. “ Sangat diperhatikanlah karet pengaman ini oleh pengusaha, karena pintu masuk dan keluar gas melalui bantuan karet tersebut, jangan pengusaha mau cari untung saja, namun orang lain dirugikan, “ tegas Kholik.

Sementara itu, pemilik SPPBE SMMS yang melayani tiga kabupaten (Asahan, Batu Bara dan Tanjung Balai) Andi Cokro mengatakan bahwa karet pengaman tabung elpiji 3 kg yang dimilikinya untuk menggantikan karet pengaman yang rusak atau hilang diperolehnya dari pihak Pertamina. “ Kita beli dari Pertamina, karena karet tersebut tidak ada dijual dipasaran, “ sebut Andi kepada MedanBisnis melalui fia telepon, sembari mengatakan bahwa kerusakan karet pengaman tabung harus ditanggunglangi sendiri.

Caption : Seorang petugas menyusun tabung elpiji 3 kg yang masih kosong untuk di isi gas disebuah SPPBE di Asahan. (MedanBisnis/indrasikoembang)

0 komentar:

Posting Komentar

indra sikoembang © 2008. Design by :Yanku Templates Sponsored by: Tutorial87 Commentcute