Marhaban Ya Ramadhan

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1435 H



Jumat, 20 Juli 2012

Asahan Alokasikan Rp 160 Juta Tangani Gizi Buruk

Finansial Selasa, 25 Jan 2011 07:47 WIB MedanBisnis – Kisaran. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan menganggarkan dana Rp 160 juta untuk penanganan gizi buruk. Anggaran ini bertambah Rp 59 juta dibandingkan tahun 2010 yang hanya Rp 101 juta. Penambahan anggaran gizi buruk untuk pemberian asupan makanan yang bergizi bagi balita. Pemberian makanan tambahan (PMT) yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan berupa susu dan biscuit selama 90 hari yang mengandung 300-400 kalori dan 10-15 gram protein setiap hari. “Pada tahun ini anggaran kita bertambah untuk gizi buruk dan dana yang akan diberikan kepada penderita gizi buruk berupa asupan yang bergizi, “kata Kepala Dinas Kesehatan, drg Habinsaran kepada MedanBisnis, Senin (24/1) terkait dengan datangnya hari Gizi. Mengenai data kasus gizi buruk di Asahan, Habinsaran mengatakan, terdapat 190 kasus gizi buruk selama tahun 2010 yakni delapan di antaranya meninggal. “Berdasarkan data yang saya ketahui, ada 8 yang meninggal, dan sisanya banyak dirawat dan menjadi perhatian dinas ,” ujar Habinsaran. Penyebab munculnya gizi buruk, kata Habinsaran, karena balita tidak mendapat air susu ibu (ASI) eksklusif, balita disapih sebelum umur 2 tahun, tidak mendapati makanan pedamping ASI pada umur 6 bulan atau lebih, makanan tidak bergizi, setelah 6 bulan balita jarang disusui, lingkungan kotor dan faktor lainya. Sedangkan tanda-tanda balita terkena gizi buruk yakni balita sangat kurus dan wajahnya mirip orangtua, cengeng dan rewel, tulang iga tampak jelas, perut cekung, serta terlihat rambut tipis dan wajah kusam. Gizi buruk memiliki beberapa tipe, di antaranya marasmus, kwashiorkor dan gabungan keduanya. “Bila balita terkena gizi buruk, akibatnya membuat anak kurang cerdas, berat dan tinggi berbeda disbanding anak normal, sering sakit dan akhirnya menyebabkan kematian bila tidak segera dirawat tenaga medis,“ jelasnya. Penanggulanganya, Habinsaran meminta para ibu membawa balita ke Posyandu secara teratur, begitu juga pemberian ASI kepada bayi berumur 0-6 bulan hingga usia 2 tahun serta melakukan koordinasi kepada petugas kesehatan. “Dalam peringatan hari gizi tahun 2011 ini, Saya hanya menghimbau kepa Ibu-ibu untuk rutin membaya sikecil keposyandu, “ minta Habinsaran, sembari mengatakan pihaknya akan terus meningkatkan kinerja posyandu dan bidan desa, agar visi dan misi Pemkab Asahan untuk mewujudkan Asahan yang religius, sehat, cerdas dan mandiri terwujud. (indra sikoembang)

0 komentar:

Posting Komentar

indra sikoembang © 2008. Design by :Yanku Templates Sponsored by: Tutorial87 Commentcute